Penyuluh Agama Fungsional KUA Wangon Sambangi Pondok Lali Jiwa
Oleh KUA Wangon
Banyumas – Sebagai wujud kepedulian sosial dan pemenuhan kebutuhan spiritual bagi masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus, Penyuluh Agama Fungsional (PAF) KUA Wangon menggelar kunjungan silaturahmi ke Pondok Lali Jiwa Wangon. Kehadiran penyuluh ke lembaga rehabilitasi gangguan jiwa tersebut membawa misi kemanusiaan untuk memberikan hiburan, penguatan mental, serta bimbingan rohani bagi para penghuni pondok. Selasa (26/05)
Suasana hangat dan haru menyelimuti pertemuan tersebut saat penyuluh membaur langsung dengan para santri binaan. Melalui pendekatan yang persuasif dan penuh empati, PAF KUA Wangon mengajak mereka mengobrol ringan, bersalawat bersama, hingga memberikan konseling keagamaan sederhana yang menyejukkan. Kegiatan ini dirancang untuk mengetuk pintu langit melalui doa bersama sekaligus menjadi medium terapi psikologis lewat pendekatan iman.
Zainur, perwakilan PAF KUA Wangon, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen penyuluh untuk hadir di setiap lapisan masyarakat tanpa terkecuali. "Kami ingin memastikan bahwa saudara-saudara kita di sini tidak merasa sendirian atau terasingkan. Kehadiran kami di sini adalah ikhtiar untuk mengetuk pintu langit lewat doa, sekaligus menghibur sesama, karena ketenangan jiwa itu bermula dari kedekatan kita kepada Sang Pencipta," ujar Zainur di sela-selas kegiatan.
Kunjungan ini pun disambut dengan tangan terbuka dan rasa syukur yang mendalam oleh pihak pengelola. Kehadiran aparatur keagamaan dinilai memberikan suntikan energi positif, baik bagi para pendamping maupun bagi para warga binaan yang sedang berjuang menyembuhkan kondisi kejiwaan mereka.
Muhammad Dini, selaku pengasuh Pondok Lali Jiwa Wangon, menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kepedulian yang ditunjukkan oleh KUA Wangon. "Kami sangat berterima kasih atas kunjungan dan bimbingan rohani dari PAF KUA Wangon. Dukungan moral dan spiritual seperti ini sangat berarti bagi proses pemulihan para penghuni pondok, karena pendekatan agama sering kali menjadi obat yang paling mujarab untuk menenangkan hati mereka yang sedang gelisah," pungkasnya. (jhr)
