HUT RI #81

Penyuluh Agama Islam Gelar Bimbingan Praktik Wudhu bagi Siswa Kelas V MIMA NU Banjaranyar

Oleh KUA Sokaraja
SHARE


Banjaranyar, 25 September 2026 — Penyuluh Agama Islam, Suroso, memberikan pembelajaran sekaligus praktik tata cara berwudhu kepada siswa kelas 5 MIMA NU Banjaranyar. Kegiatan tersebut dilaksanakan di tempat wudhu MIMA NU Banjaranyar pada Jumat, 25 September 2026.

Kegiatan praktik wudhu ini bertujuan memberikan pemahaman kepada para siswa mengenai tata cara berwudhu yang benar dan sesuai dengan tuntunan agama Islam. Para siswa tidak hanya mendapatkan penjelasan secara teori, tetapi juga mengikuti praktik secara langsung agar dapat memahami setiap tahapan wudhu dengan baik.

Dalam kegiatan tersebut, Suroso membimbing siswa kelas 5 untuk mempraktikkan tata cara wudhu secara berurutan dan sempurna. Siswa mengikuti setiap gerakan yang dicontohkan, mulai dari persiapan hingga menyelesaikan seluruh rangkaian wudhu.

Praktik wudhu dinilai penting karena wudhu merupakan salah satu syarat sah salat. Oleh karena itu, pemahaman mengenai tata cara wudhu perlu ditanamkan kepada anak-anak sejak dini agar mereka terbiasa melaksanakan ibadah dengan benar.

“Pembelajaran praktik wudhu ini penting diberikan sejak dini agar anak-anak mengetahui tata cara berwudhu yang benar. Dengan pembiasaan tersebut, diharapkan mereka dapat melaksanakan ibadah, khususnya salat, dengan lebih baik dan sempurna,” ujar Suroso dalam kegiatan tersebut.

Para siswa tampak mengikuti kegiatan dengan antusias. Praktik secara langsung di tempat wudhu juga memberikan pengalaman kepada siswa untuk menerapkan materi yang telah mereka pelajari dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi bagian dari pembiasaan keagamaan bagi siswa MIMA NU Banjaranyar. Dengan pembelajaran yang dilakukan sejak usia sekolah, siswa diharapkan semakin memahami pentingnya bersuci sebelum melaksanakan ibadah dan mampu menerapkan tata cara wudhu dengan benar dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan pembelajaran dan praktik seperti ini, pendidikan agama tidak hanya berhenti pada pemahaman teori, tetapi juga diwujudkan dalam praktik sehingga nilai-nilai keagamaan dapat menjadi kebiasaan positif bagi para siswa sejak dini.