Penyuluh Agama Kemenag Banyumas Resmi Luncurkan Program Pemberdayaan Ekonomi (PEU)

Oleh HUMAS
SHARE

Purwokerto – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Banyumas mengambil langkah strategis dalam penguatan sosial-ekonomi masyarakat. Melalui inisiatif para Penyuluh Agama Islam yang bertugas di lapangan, sebuah program bernama Pemberdayaan Ekonomi Umat (PEU) secara resmi diluncurkan di Aula Kantor Kemenag Banyumas pada hari. Jumat (10/10)

Acara peluncuran ini diresmikan secara langsung oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha, H. Edi Sungkowo, yang hadir mewakili Kepala Kantor Kemenag Banyumas. Dalam sambutannya, Edi Sungkowo menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap terobosan yang digagas oleh para penyuluh.

"Program PEU ini adalah langkah nyata dan terobosan luar biasa dari para penyuluh. Ini membuktikan bahwa Kementerian Agama tidak hanya hadir dalam aspek ibadah ritual, tetapi juga peduli dan turut andil dalam penguatan ekonomi umat untuk mewujudkan kemandirian," ungkap Edi Sungkowo. Beliau menegaskan bahwa program ini sejalan dengan visi besar Kemenag untuk memberikan pelayanan yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

Program PEU ini diketuai oleh Faidus Saad, salah seorang Penyuluh Agama Islam Fungsional yang dikenal luas dengan panggilan akrab Edo. Dalam pemaparannya, Edo menjelaskan bahwa PEU bukan sekadar program bantuan sesaat, melainkan sebuah gerakan untuk membangun ekosistem ekonomi yang berkelanjutan.

"PEU dirancang sebagai sebuah wadah sinergi. Kami ingin menghubungkan para pelaku usaha mikro di kalangan umat dengan para penyuluh sebagai pendamping, serta berbagai stakeholder lain sebagai mitra," jelas Edo. "Fokus kami ada pada tiga pilar utama: pertama, pelatihan dan pendampingan untuk meningkatkan kapasitas usaha, mulai dari manajemen keuangan syariah hingga pemasaran digital. Kedua, fasilitasi akses permodalan dengan menggandeng lembaga keuangan syariah. Dan ketiga, pembentukan jaringan pemasaran bersama untuk memperluas jangkauan produk anggota." lanjutnya

Sementara itu, Kepala Seksi Bimas Islam yang juga hadir dalam acara tersebut menambahkan bahwa program ini adalah bentuk implementasi dakwah bil hal (dakwah melalui perbuatan nyata). "Ini adalah dakwah yang sesungguhnya. Penyuluh tidak hanya berceramah di mimbar, tetapi turun langsung ke masyarakat, mengidentifikasi masalah, dan memberikan solusi atas permasalahan ekonomi yang dihadapi umat. Ini akan semakin mendekatkan Kemenag dengan masyarakat," tuturnya.

Kegiatan peluncuran yang dihadiri oleh seluruh penyuluh agama Islam se-Kabupaten Banyumas ini berlangsung dengan khidmat dan penuh optimisme. Dengan diresmikannya PEU, diharapkan akan lahir wirausahawan-wirausahawan baru yang tangguh dan terbentuk sebuah ekosistem pemberdayaan ekonomi berbasis keumatan yang kuat, mandiri, dan berdampak luas bagi kemajuan masyarakat di Kabupaten Banyumas. (slem/del)