Penyuluh Ajak Jamaah Masjid Nurul Iman Bangun Keluarga Sakinah, Penuh Cinta dan Ketakwaan

Oleh KUA pekuncen
SHARE

Pekuncen — Penyuluh Agama Islam KUA Pekuncen, Rohmat, melaksanakan kegiatan bimbingan penyuluhan agama kepada ibu-ibu jamaah Masjid Nurul Iman, Gunung Anyar, Desa Krajan, Kecamatan Pekuncen, Rabu (12/08).

Kegiatan penyuluhan mengangkat tema “Membangun Keluarga Sakinah: Rumah Tangga sebagai Jalan Menuju Kebahagiaan dan Ketakwaan”. Kegiatan ini diikuti dengan antusias oleh para ibu jamaah yang hadir.

Dalam penyampaiannya, Rohmat menjelaskan bahwa keluarga sakinah bukan berarti keluarga yang tidak pernah menghadapi masalah. Keluarga sakinah adalah keluarga yang mampu menghadapi berbagai persoalan dengan kesabaran, komunikasi yang baik, saling menghormati, serta berlandaskan nilai-nilai agama.

“Rumah tangga yang sakinah dibangun bukan hanya dengan kecukupan materi, tetapi juga dengan kasih sayang, kejujuran, kesetiaan, dan ketakwaan kepada Allah SWT,” jelas Rohmat.

Ia juga mengajak para ibu untuk menjadi sosok yang mampu menciptakan suasana rumah yang nyaman bagi suami dan anak-anak. Menurutnya, peran orang tua sangat penting dalam menanamkan nilai agama dan akhlak kepada anak sejak dini.

Rohmat turut mengingatkan pentingnya membangun komunikasi yang sehat dalam keluarga. Perbedaan pendapat hendaknya diselesaikan dengan kepala dingin dan tidak menggunakan kata-kata kasar maupun tindakan yang dapat melukai anggota keluarga.

“Jadikan rumah sebagai tempat pertama untuk mendapatkan ketenangan, pendidikan agama, dan kasih sayang. Ketika keluarga kuat secara spiritual dan emosional, insyaallah akan lahir generasi yang baik,” ungkapnya.

Kegiatan bimbingan penyuluhan berlangsung dalam suasana hangat dan interaktif. Para jamaah juga diberikan kesempatan untuk berdiskusi mengenai berbagai persoalan kehidupan keluarga yang sering dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan tersebut, KUA Pekuncen berharap semakin banyak keluarga di wilayah Kecamatan Pekuncen yang mampu membangun rumah tangga sakinah, mawaddah, wa rahmah, sehingga tercipta masyarakat yang harmonis, religius, dan berakhlak mulia.