HUT RI #81

Penyuluh Bekali Catin Manajemen Konflik dalam Rumah Tangga

K
KUA Purwokerto Timur
23 Feb 2026
28x dibaca
SHARE

Purwokerto – KUA Purwokerto Timur terus berkomitmen memberikan bekal mental bagi pasangan yang akan melangkah ke jenjang pernikahan. Taufiq Hidayatulloh, Penyuluh Agama Islam Purwokerto Timur, memberikan bimbingan perkawinan intensif kepada pasangan calon pengantin, Abdu Salam (24), warga Bojongsari, Purbalingga, dan kekasihnya, Syifa 'Ibnatu Sulaiman (23), warga Kebanggan, Sumbang. Senin (23/02).

Meskipun berasal dari luar wilayah kecamatan, pasangan ini tetap mendapatkan pembekalan standar guna memastikan kesiapan mereka dalam membangun bahtera rumah tangga yang kokoh.

Dalam sesi bimbingan tersebut, Taufiq Hidayatulloh mengajak kedua calon mempelai untuk meluruskan niat sejak awal. Ia menekankan bahwa pernikahan bukan sekadar penyatuan dua insan, melainkan ibadah terpanjang dalam hidup.

Taufiq menyampaikan bahwa tujuan menikah adalah untuk membentuk keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah, di mana ketenangan batin, cinta kasih, dan kasih sayang menjadi fondasi utamanya. Selain itu, pernikahan bertujuan untuk menyempurnakan separuh agama serta melahirkan generasi penerus yang salih dan salihah.

"Menikah itu untuk mencari rida Allah. Jika tujuannya sudah benar, maka setiap kerikil dalam rumah tangga akan dipandang sebagai ujian untuk naik kelas, bukan sebagai alasan untuk menyerah," tegas Taufiq.

Menyadari bahwa dinamika rumah tangga tidak selamanya mulus, Taufiq memberikan perhatian khusus pada aspek psikologi komunikasi. Ia memaparkan bahwa perbedaan pendapat adalah hal yang wajar, namun cara menyikapinya adalah penentu keutuhan keluarga.

Lebih lanjut, Taufiq menambahkan mengenai manajemen mengelola konflik dalam rumah tangga:

  • Komunikasi Asertif: Menyampaikan keinginan atau ketidaksukaan dengan cara yang baik tanpa menyakiti perasaan pasangan.
  • Menekan Ego: Tidak mencari siapa yang menang atau kalah dalam argumen, melainkan mencari solusi terbaik bersama.
  • Waktu Tenang (Cooling Down): Menghindari pengambilan keputusan atau perdebatan saat emosi sedang memuncak.
  • Menjaga Rahasia Dapur: Tidak mengumbar permasalahan rumah tangga kepada pihak luar atau media sosial yang justru dapat memperkeruh suasana.

Bimbingan ini diharapkan dapat menjadi kompas bagi Abdu Salam dan Syifa dalam menjalani hari-hari setelah akad nikah nanti. Taufiq berharap pasangan muda ini bisa saling melengkapi kekurangan masing-masing dengan kesabaran.

Sesi bimbingan ditutup dengan doa bersama agar prosesi pernikahan mereka berjalan lancar dan menjadi keluarga yang berkah hingga akhir hayat. (jw)