Penyuluh Berikan Penyuluhan Anti Bullying kepada Wali Murid SD Negeri 1 Petahunan

Oleh HUMAS
SHARE

Banyumas — Penyuluh Agama Islam Kecamatan Pekuncen melaksanakan kegiatan penyuluhan Anti Bullying kepada  wali murid SD Negeri 1 Petahunan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan peran orang tua dalam mencegah serta menangani perilaku perundungan (bullying) di lingkungan sekolah maupun keluarga. Senin (22/12)

Kegiatan penyuluhan berlangsung dengan suasana yang kondusif dan mendapat perhatian serius dari para wali murid yang hadir. Dalam penyuluhan tersebut, Penyuluh Agama Islam menyampaikan materi tentang pengertian bullying, bentuk-bentuk bullying yang sering terjadi pada anak usia sekolah dasar, serta dampak negatifnya terhadap perkembangan psikologis, sosial, dan spiritual anak.

Para wali murid diberikan pemahaman bahwa bullying tidak hanya berbentuk kekerasan fisik, tetapi juga dapat berupa ejekan, hinaan, pengucilan, hingga perundungan verbal yang sering dianggap sepele. Penyuluh Agama Islam menegaskan bahwa orang tua memiliki peran penting dalam membangun karakter anak sejak dini, menanamkan nilai-nilai akhlak mulia, empati, dan sikap saling menghormati sebagaimana diajarkan dalam ajaran Islam.

Selain itu, penyuluhan juga menekankan pentingnya komunikasi yang baik antara orang tua dan anak, agar anak merasa aman untuk bercerita apabila mengalami atau menyaksikan tindakan bullying. Orang tua diharapkan mampu menjadi pendamping dan pelindung utama bagi anak, serta bekerja sama dengan pihak sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan ramah anak.

Kegiatan ini mendapat respons positif dari para wali murid SD Negeri 1 Petahunan. Mereka mengapresiasi upaya Penyuluh Agama Islam Kecamatan Pekuncen yang telah memberikan edukasi dan pencerahan terkait isu bullying yang saat ini masih menjadi tantangan di dunia pendidikan.

Melalui kegiatan penyuluhan Anti Bullying ini, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Pekuncen berharap kesadaran orang tua semakin meningkat, sehingga dapat bersama-sama mencegah terjadinya bullying dan mewujudkan lingkungan sekolah yang harmonis, berakhlak, serta mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.