Penyuluh Hadirkan Cahaya Al-Quran di Lapas Narkotika Kelas IIB Purwokerto

Oleh HUMAS
SHARE

Purwokerto – Dalam upaya pembinaan mental dan spiritual bagi warga binaan, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas melalui peran aktif Penyuluh Agama Islam melaksanakan kegiatan mulia berupa pengajaran mengaji Al-Qur'an bagi para Narapidana (Napi) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIB Purwokerto. Kegiatan ini disambut antusias oleh puluhan Napi. Rabu (10/12)

?Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Banyumas menyatakan bahwa kegiatan ini memiliki maksud utama untuk memenuhi hak warga binaan dalam mendapatkan pendidikan dan pengajaran agama. 

Kegiatan ini dirancang dengan tujuan yang jelas dan terarah untuk mendukung pembinaan warga binaan. Tujuan utamanya mencakup Peningkatan Literasi Al-Qur'an, yaitu memastikan Narapidana yang belum mampu membaca Al-Qur'an menjadi mampu, dan bagi yang sudah bisa, bacaannya dapat diperlancar (Tahsin). Kedua, program ini berorientasi pada Pembinaan Karakter dengan menanamkan nilai-nilai moral dan etika Islam yang kuat sebagai bekal penting setelah mereka bebas. Terakhir, kegiatan ini juga bertujuan untuk Mewujudkan Lapas yang Religius dengan menciptakan lingkungan yang kondusif untuk pembinaan kerohanian di dalam Lembaga Pemasyarakatan.

Para peserta program pembinaan ini merasakan manfaat yang sangat signifikan. Salah satu Narapidana mengungkapkan, "Mengaji di sini membuat hati lebih tenang. Dulu hidup tidak terarah, sekarang ada pegangan." Manfaat tersebut mencakup peningkatan ketenangan batin bagi warga binaan. Selain itu, pembelajaran Al-Qur'an diharapkan menjadi fondasi yang kuat untuk memicu perubahan sikap, mendorong introspeksi diri, dan menumbuhkan kesadaran untuk menjauhi perbuatan melanggar hukum di masa depan. Lebih jauh lagi, penguasaan agama dan spiritualitas ini berfungsi sebagai modal sosial dan spiritual yang penting bagi Narapidana saat mereka kembali ke masyarakat, sangat membantu proses reintegrasi sosial dan upaya untuk menghapus stigma negatif yang melekat.

Tim Penyuluh Kemenag Banyumas tidak hanya mengajarkan cara membaca Al-Qur'an (tajwid) juga menumbuhkan pemahaman mendalam tentang ajaran Islam.
?"Kami hadir sebagai mitra pembinaan di Lapas. Harapannya, ilmu yang didapat di sini bukan hanya sekedar bacaan, tapi benar-benar meresap menjadi pedoman hidup, sehingga mereka kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik dan bermanfaat," ujar Hari salah satu Penyuluh Agama Islam Kemenag Banyumas.

?Kegiatan mengaji ini merupakan agenda rutin sebagai bagian integral dari program rehabilitasi dan pembinaan mental spiritual di Lapas Narkotika Kelas IIB Purwokerto. (hari/del)