Penyuluh KUA Gumelar Ajak Jamaah Maksimalkan Kemuliaan Syaban
Oleh HUMAS
Banyumas – Ditengah derasnya arus informasi yang kerap menguras energi, hadirnya bimbingan keagamaan yang menyejukkan menjadi oase spiritual bagi masyarakat. Hal inilah yang dilakukan oleh Kambali, Penyuluh Agama Islam KUA Gumelar, melalui kegiatan pembinaan yang memberikan nuansa "adem" dan pengingat akan pentingnya kedekatan kepada Sang Pencipta. Senin (26/01/26)
Momen pembinaan yang diambil Kambali dinilai sangat tepat. Pasalnya, bulan Sya'ban sering kali disebut sebagai bulan yang "terjepit" atau terlupakan oleh sebagian umat karena letaknya yang berada di antara dua bulan agung, yakni Rajab dan Ramadhan.
Dalam paparannya, Kambali menekankan beberapa intisari penting mengenai kemuliaan bulan Sya'ban. Ia menjelaskan bahwa Sya'ban sejatinya adalah Pintu Gerbang Ramadhan, sebuah masa persiapan atau "pemanasan" baik secara mental maupun fisik sebelum memasuki ibadah puasa wajib satu bulan penuh.
Lebih lanjut, Kambali menguraikan sisi teologis bulan ini sebagai Waktu Pengangkatan Amal. "Diyakini bahwa pada bulan inilah laporan amal manusia selama setahun diangkat kepada Allah SWT. Maka, alangkah baiknya jika saat laporan itu diangkat, kita sedang dalam kondisi meningkatkan kualitas ibadah," tuturnya.
Poin krusial lain yang menjadi sorotan adalah keutamaan Malam Nisfu Sya'ban. Malam pertengahan bulan tersebut dikenal penuh ampunan dan keberkahan, sehingga jamaah dianjurkan untuk memperbanyak doa serta melakukan amalan sunnah lainnya. Selain itu, ia juga sangat menganjurkan para jamaah untuk memperbanyak puasa sunnah sebagai bentuk latihan spiritual.
Kegiatan ini tidak hanya sekadar rutinitas bimbingan, tetapi menjadi pengingat bagi warga Kecamatan Gumelar untuk tidak melewatkan kesempatan emas di bulan Sya'ban. Melalui bimbingan ini, diharapkan masyarakat dapat memasuki bulan suci Ramadhan dengan hati yang lebih bersih, niat yang lebih lurus, dan fisik yang lebih siap.
Kehadiran penyuluh agama di tengah masyarakat terbukti menjadi pilar penting dalam menjaga keseimbangan antara kehidupan duniawi dan kebutuhan rohani umat.
