Cegah Potensi Konflik Keagamaan, Kemenag Banyumas Sosialisasikan Aplikasi EWS Si-Rukun

Oleh HUMAS
SHARE

Purwokerto (humas) – Sebagai upaya dini menjaga kerukunan umat beragama di wilayah Kabupaten Banyumas, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas menggelar kegiatan Sosialisasi Penggunaan Aplikasi Early Warning System (EWS) Si-Rukun. Kegiatan yang berlangsung di Aula Al Ikhlas Kantor Kemenag Banyumas ini dihadiri oleh perwakilan penyuluh lintas agama dari tiap kecamatan yang telah ditunjuk sebagai admin EWS. Kehadiran penyuluh dari berbagai latar belakang agama ini menunjukkan komitmen kolektif dalam menjaga kondusifitas wilayah melalui deteksi dini berbasis digital. Selasa (28/04)

Dalam pembinaannya, Kepala Kantor, Ibnu Asaddudin menekankan bahwa tugas utama para admin EWS Si-Rukun adalah sebagai informan garis terdepan. Data atau temuan di lapangan nantinya akan menjadi dasar bagi pihak berwenang untuk melakukan tindak lanjut secara cepat dan tepat.

"Tugas kita di sini adalah sebagai informan. Kita yang memberikan data awal untuk kemudian ditindaklanjuti oleh pihak yang berwenang. Sinergi ini sangat penting agar setiap konfilk di masyarakat dapat segera diredam sebelum meluas," tegas beliau.

Ibnu juga memberikan pesan mendalam mengenai kepekaan para penyuluh dalam melihat realita di lapangan. Beliau mengingatkan bahwa tidak adanya laporan konflik bukan berarti kondisi benar-benar aman, melainkan mungkin karena kurang tajamnya insting dalam mendeteksi potensi masalah.

"Tidak ada konflik bukan berarti semuanya baik-baik saja, bisa jadi kita yang kurang tajam dalam mencari. Semua harus bergerak, karena setiap tempat dalam kurun waktu satu bulan pasti memiliki potensi konflik keagamaan, sekecil apa pun itu," imbuhnya.

Meskipun meminta setiap kecamatan aktif melakukan pengisian melalui aplikasi EWS Si-Rukun, Ibnu Asaddudin menggarisbawahi pentingnya kejujuran data. Beliau meminta agar pelaporan dilakukan secara objektif sesuai fakta di lapangan.

Melalui penerapan aplikasi EWS Si-Rukun ini, Kemenag Banyumas berharap pemetaan potensi kerawanan sosial keagamaan dapat dilakukan secara lebih sistematis, akurat, dan aplikatif demi terwujudnya masyarakat Banyumas yang rukun dan damai. (adl)