Penyuluh KUA Gumelar Ajak Jamaah MT Nurul Iman Optimalkan Malam Nisfu Syaban

Oleh HUMAS
SHARE

Banyumas – Menjelang datangnya malam yang penuh kemuliaan, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Gumelar, Kambali, melaksanakan bimbingan dan penyuluhan di Majelis Taklim Nurul Iman, Kadus 2 Desa Cihonje. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk membekali masyarakat dengan pemahaman keagamaan yang tepat dalam menyambut malam Nisfu Sya'ban. kamis (29/01)

Dalam penyuluhan tersebut, Kambali menjelaskan bahwa Nisfu Sya'ban adalah malam pertengahan bulan atau malam tanggal 15 Sya'ban yang diyakini sebagai waktu penuh rahmat. Beliau menekankan bahwa pada malam ini, Allah SWT membuka pintu ampunan seluas-luasnya bagi hamba-Nya, kecuali bagi mereka yang menyekutukan Allah dan yang tengah bermusuhan. Selain itu, bulan Sya'ban dipandang sebagai masa "latihan" atau pemanasan spiritual agar umat Islam lebih siap secara fisik dan mental sebelum memasuki bulan suci Ramadhan.

Guna mengisi waktu tersebut dengan kegiatan positif, jamaah MT Nurul Iman diajak untuk melaksanakan berbagai amalan sesuai tradisi dan anjuran agama, di antaranya:

  • Memperbanyak Doa: Memohon keselamatan, keberkahan umur, serta ketetapan iman kepada Allah SWT.

  • Membaca Surat Yasin: Mengikuti tradisi masyarakat Indonesia dengan membaca Yasin sebanyak tiga kali yang disertai niat untuk panjang umur dalam ibadah, tolak bala, serta kemurahan rezeki.

  • Istighfar dan Zikir: Sebagai sarana memohon ampunan atas segala kekhilafan di masa lalu.

  • Puasa Sunnah: Melaksanakan ibadah puasa khususnya pada hari ke-15 bulan Sya'ban atau Ayyamul Bidh.

Tidak hanya fokus pada ritual ibadah, Kambali juga memberikan pesan sosial yang mendalam. Mengingat ampunan Allah dapat terhalang oleh permusuhan, beliau mengajak jamaah untuk menjadikan momentum Nisfu Sya'ban sebagai sarana saling memaafkan dan menyambung silaturahmi yang renggang. Dengan hati yang bersih, diharapkan jamaah memiliki kesiapan mental yang kuat untuk bersungguh-sungguh dalam beribadah saat Ramadhan tiba nanti.

Kegiatan yang berlangsung hangat di Desa Cihonje ini tidak hanya mempererat hubungan antara KUA Gumelar dengan masyarakat desa, tetapi juga menjadi sarana yang efektif untuk menyampaikan pesan-pesan moderasi beragama secara lebih luwes.