Penyuluh KUA Gumelar Gelar Pembinaan Keagamaan di MT Nurul Iman Cihonje
Oleh HUMAS
Banyumas – Guna memastikan syiar Islam yang moderat dan menyejukkan sampai ke akar rumput, jajaran Penyuluh Agama Islam KUA Gumelar menggelar kegiatan Bimbingan Penyuluhan (Bimluh) Keagamaan di Majelis Taklim (MT) Nurul Iman, Desa Cihonje. Kamis (08/01/26).
Kegiatan rutin ini menjadi instrumen penting bagi Kementerian Agama untuk menyapa langsung jamaah di tingkat desa serta membentengi masyarakat dengan pemahaman agama yang inklusif.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan resmi oleh Ahmad Suwandar, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya majelis taklim sebagai wadah silaturahmi sekaligus tempat tholabul ilmi bagi warga desa.
Suasana semakin syahdu saat lantunan Sholawat Mujizat bergema di dalam ruang pertemuan. Dipandu oleh Kambali, pembacaan sholawat ini bertujuan untuk mengawali kegiatan dengan mengharap syafaat serta keberkahan dari Allah SWT dan Rasul-Nya.
Memasuki acara inti, Warto Amirudin hadir menyampaikan tausiyah keagamaan di hadapan para jamaah. Dalam ceramahnya, beliau menitikberatkan pada pentingnya menjaga kesalehan individu dan sosial di era modern. Materi yang disampaikan dikemas secara ringan namun mendalam, selaras dengan misi penyuluhan untuk menghadirkan pesan-pesan agama yang menenangkan jiwa.
Kegiatan Bimluh di MT Nurul Iman ini membuktikan peran vital penyuluh agama sebagai ujung tombak pembinaan umat. Dengan hadir langsung di tengah masyarakat Desa Cihonje, para penyuluh dapat memastikan bahwa informasi keagamaan yang diterima warga jauh dari pemahaman radikal dan lebih mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan serta kerukunan.
"Hadirnya kami di sini adalah untuk memastikan bahwa jamaah mendapatkan bimbingan yang tepat dan menyejukkan. Kami berharap Majelis Taklim Nurul Iman terus menjadi pelita bagi masyarakat sekitarnya," ujar salah satu tim penyuluh usai kegiatan.
