Penyuluh KUA Gumelar Perkuat Literasi Al-Quran di Desa Cihonje
Oleh HUMAS
Banyumas – Upaya memperkuat spiritualitas masyarakat pedesaan terus digencarkan oleh jajaran KUA Gumelar. Melalui Penyuluh Agama Islam, bimbingan keagamaan rutin dilaksanakan, salah satunya bertempat di Majelis Ta’lim (MT) Nurul Iman, Desa Cihonje. Kamis (05/02)
Dalam kegiatan tersebut, tema "Mencintai Al-Qur'an" diangkat sebagai pondasi utama untuk membangun karakter umat. Mencintai Al-Qur'an dalam bimbingan ini tidak sekadar menjadi slogan, namun mencakup tiga aspek praktis:
-
Aspek Tilawah: Mengajak jamaah menjadikan Al-Qur'an sebagai bacaan harian untuk meraih ketenangan batin.
-
Aspek Tadabbur: Mendorong warga memahami arti dan kandungan ayat agar dapat diaplikasikan dalam keseharian.
-
Aspek Pengamalan: Menjadikan nilai-nilai Al-Qur'an sebagai standar etika serta moral baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat luas.
Kehadiran penyuluh agama Islam di tengah jamaah MT Nurul Iman membawa dampak positif yang signifikan. Selain membantu warga lebih fasih dalam literasi Al-Qur'an, kegiatan ini menjadi sarana silaturahmi formal antara pemerintah (KUA) dengan warga desa secara langsung. Lebih jauh, kecintaan pada Al-Qur'an diharapkan menjadi benteng moral atau penyaring (filter) terhadap dampak negatif modernisasi dan derasnya arus informasi saat ini.
Penyuluh Agama berperan sebagai jembatan ilmu yang memotivasi masyarakat agar Al-Qur'an benar-benar "hidup" di dalam hati, bukan sekadar disimpan di rak buku. Kehadiran mereka merupakan wujud nyata komitmen negara dalam mendampingi kegiatan keagamaan hingga ke tingkat desa.
Konsistensi dalam pelaksanaan bimbingan seperti ini dinilai sangat krusial guna menjaga semangat religiusitas masyarakat pedesaan agar tetap terbimbing dan terjaga dengan baik.
