Penyuluh KUA Jatilawang Beri Bimwin kepada Catin, Tanamkan Kejujuran Sejak Awal demi Kebahagiaan Rumah Tangga
Jatilawang – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Jatilawang memberikan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) kepada sepasang calon pengantin (catin) sebagai bekal dalam membangun kehidupan rumah tangga yang harmonis, sakinah, mawaddah, wa rahmah. Kegiatan ini menekankan pentingnya kejujuran sejak awal sebagai fondasi untuk mewujudkan kebahagiaan dalam perjalanan rumah tangga. Rabu (14/10)
Dalam kegiatan tersebut, Penyuluh Agama Islam KUA Jatilawang menyampaikan bahwa pernikahan bukan sekadar menyatukan dua insan dalam ikatan yang sah, tetapi juga menyatukan dua karakter, kebiasaan, latar belakang keluarga, serta harapan masa depan. Oleh karena itu, setiap pasangan perlu membangun komunikasi yang terbuka dan jujur sejak sebelum akad nikah dilaksanakan.
Kejujuran menjadi salah satu kunci penting dalam menjaga kepercayaan antara suami dan istri. Calon pengantin diharapkan mampu saling terbuka mengenai kondisi diri, tanggung jawab, harapan, serta persoalan yang berpotensi memengaruhi kehidupan rumah tangga. Dengan keterbukaan tersebut, pasangan dapat saling memahami dan menghindari kesalahpahaman yang dapat memicu konflik di kemudian hari.
Penyuluh Agama Islam KUA Jatilawang juga mengingatkan bahwa kebahagiaan rumah tangga tidak selalu hadir tanpa ujian. Akan ada perbedaan pendapat, tantangan ekonomi, dan berbagai persoalan kehidupan yang harus dihadapi bersama. Namun, dengan kejujuran, kesabaran, saling menghargai, serta komitmen untuk menjaga amanah pernikahan, setiap persoalan diharapkan dapat diselesaikan dengan bijaksana.
Melalui Bimwin ini, kedua calon pengantin diharapkan semakin siap memasuki kehidupan pernikahan, tidak hanya secara administratif, tetapi juga secara mental, spiritual, dan emosional. Bimbingan ini menjadi bagian dari ikhtiar KUA Kecamatan Jatilawang dalam memberikan pembinaan kepada calon pengantin agar mampu membangun keluarga yang kokoh dan penuh kasih sayang.
Pesan utama yang disampaikan dalam kegiatan tersebut adalah jujur sejak awal, saling percaya dalam perjalanan, dan bersama-sama merawat kebahagiaan rumah tangga. Sebab, rumah tangga yang bahagia bukan berarti tanpa masalah, melainkan rumah tangga yang dibangun dengan kejujuran, diperkuat dengan kesetiaan, serta dijaga dengan doa dan tanggung jawab bersama.
Dengan terlaksananya kegiatan Bimwin ini, KUA Jatilawang berharap pasangan calon pengantin dapat mempersiapkan diri dengan baik untuk mewujudkan keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah, serta menjadikan pernikahan sebagai jalan ibadah menuju rida Allah SWT.
