HUT RI #81

Penyuluh KUA Sokaraja Latih Calon Peserta MTQ Pelajar Tingkat Kabupaten di Majelis Taklim Binaan

Oleh KUA Sokaraja
SHARE

Sokaraja — Upaya meningkatkan kecintaan generasi muda terhadap Al-Qur’an terus dilakukan melalui pembinaan yang berkelanjutan. Penyuluh Agama Islam KUA Sokaraja, Akhmad Arifudin, memberikan pelatihan kepada calon peserta Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Pelajar tingkat Kabupaten yang dilaksanakan di Majelis Ta’lim binaannya, Kecamatan Sokaraja. Selasa (06/10)

Kegiatan pembinaan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar mempersiapkan generasi pelajar yang tidak hanya memiliki kemampuan membaca dan melantunkan ayat suci Al-Qur’an dengan baik, tetapi juga memiliki kecintaan, pemahaman, dan semangat untuk mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam pembinaan, peserta mendapatkan arahan dan latihan secara intensif sesuai bidang yang dipersiapkan untuk menghadapi MTQ. Pendampingan dilakukan dengan menekankan ketepatan bacaan, penguasaan materi, adab terhadap Al-Qur’an, serta kesiapan mental agar para peserta mampu tampil percaya diri dan maksimal.

Akhmad Arifudin menyampaikan bahwa pembinaan calon peserta MTQ bukan semata-mata untuk mengejar prestasi dalam sebuah perlombaan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut merupakan sarana menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak usia pelajar.

“MTQ jangan hanya dipandang sebagai ajang mencari juara. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana anak-anak kita semakin dekat dengan Al-Qur’an, mencintainya, membacanya, memahami kandungannya, kemudian menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan,” ungkapnya.

Menurutnya, generasi muda yang dekat dengan Al-Qur’an diharapkan memiliki karakter yang kuat, berakhlak mulia, serta mampu menghadapi berbagai tantangan zaman dengan tetap berpegang pada nilai-nilai agama.

Semangat tersebut sejalan dengan firman Allah SWT dalam QS. Al-Isra’ ayat 9:

“Sesungguhnya Al-Qur’an ini memberikan petunjuk kepada jalan yang paling lurus...”

Ayat tersebut menjadi motivasi bahwa Al-Qur’an bukan sekadar bacaan, melainkan petunjuk kehidupan. Karena itu, pembinaan Al-Qur’an kepada pelajar memiliki dampak yang luas, baik terhadap peningkatan kemampuan keagamaan maupun pembentukan karakter generasi muda.

Keutamaan mempelajari dan mengajarkan Al-Qur’an juga ditegaskan Rasulullah SAW:

“Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari)

Hadis tersebut menjadi dorongan bagi para pembina, orang tua, guru, dan masyarakat untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuhnya generasi Qur’ani.

Melalui kegiatan pembinaan di Majelis Ta’lim binaan tersebut, diharapkan para calon peserta MTQ mampu membawa nama baik sekolah, keluarga, lembaga, dan Kecamatan Sokaraja pada tingkat Kabupaten. Namun yang paling utama, mereka diharapkan tetap menjadikan Al-Qur’an sebagai cahaya, petunjuk, dan penyuluh kehidupan.

Pembinaan yang dilakukan secara konsisten juga menjadi bukti bahwa peran Penyuluh Agama tidak berhenti pada penyampaian materi keagamaan, tetapi turut hadir dalam membangun kualitas sumber daya manusia, khususnya generasi muda yang berkarakter Qur’ani.

Dengan semangat “Membaca Al-Qur’an, Mencintai Al-Qur’an, Memahami Al-Qur’an, dan Mengamalkan Al-Qur’an,” pembinaan calon peserta MTQ diharapkan melahirkan bukan hanya juara di arena musabaqah, tetapi juga generasi yang unggul dalam ilmu, mulia dalam akhlak, dan bermanfaat bagi masyarakat.