HUT RI #81

Penyuluh KUA Sokaraja Sambut dan Pimpin Doa Pelepasan Jenazah Warga Binaan

Oleh KUA Sokaraja
SHARE

Sokaraja — Kepedulian terhadap warga binaan tidak hanya diwujudkan dalam kegiatan pembinaan keagamaan, tetapi juga melalui pendampingan di tengah suasana duka. Hal tersebut ditunjukkan oleh Akhmad Arifudin, Penyuluh Agama Islam KUA Sokaraja, yang hadir menyambut sekaligus memimpin doa dalam acara pelepasan jenazah salah seorang warga binaannya di Desa Karangduren, RT 03/RW 01, Sokaraja. Selasa (06/10)

Dengan penuh khidmah dan kepedulian, Akhmad Arifudin turut mendampingi keluarga serta masyarakat dalam prosesi pelepasan jenazah. Kehadiran Penyuluh Agama Islam di tengah masyarakat menjadi bentuk nyata bahwa tugas penyuluh bukan sekadar menyampaikan materi keagamaan, tetapi juga hadir memberikan penguatan spiritual ketika masyarakat menghadapi musibah dan kehilangan.

Dalam sambutannya, Akhmad Arifudin mengajak keluarga dan masyarakat yang hadir untuk menerima takdir Allah SWT dengan penuh kesabaran dan keikhlasan. Kematian merupakan kepastian yang akan dialami setiap manusia, sehingga momentum tersebut hendaknya menjadi pengingat bagi setiap orang untuk memperbaiki amal dan memperbanyak bekal menuju kehidupan akhirat.

Allah SWT berfirman:

“Setiap yang bernyawa akan merasakan mati.” (QS. Ali 'Imran: 185)

Ayat tersebut menjadi pengingat bahwa kehidupan di dunia bersifat sementara. Karena itu, kepergian seorang anggota masyarakat hendaknya tidak hanya menghadirkan kesedihan, tetapi juga menjadi momentum introspeksi bagi yang masih diberi kesempatan hidup.

Rasulullah SAW juga mengajarkan pentingnya mengiringi musibah dengan kesabaran. Allah SWT berfirman:

“Dan sungguh Kami akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah: 155)

Melalui doa yang dipimpin, keluarga almarhum/almarhumah dan masyarakat diajak untuk mendoakan agar Allah SWT memberikan ampunan, rahmat, serta tempat terbaik bagi yang telah berpulang. Sementara bagi keluarga yang ditinggalkan, diharapkan diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan dalam menghadapi ujian tersebut.

Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan pentingnya peran Penyuluh Agama Islam sebagai figur yang hadir, dekat, dan bermanfaat bagi masyarakat. Pendampingan dalam suasana duka menjadi bagian dari upaya membangun ketahanan spiritual dan sosial masyarakat melalui nilai-nilai keislaman.

“Kita semua akan kembali kepada Allah. Yang membedakan bukan berapa lama kita hidup, tetapi apa yang kita persiapkan selama hidup. Mari jadikan setiap kesempatan sebagai jalan untuk memperbanyak amal saleh, memperbaiki hubungan dengan sesama, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT,” menjadi pesan motivasi dalam suasana pelepasan tersebut.

Kehadiran Penyuluh Agama Islam KUA Sokaraja dalam prosesi tersebut diharapkan semakin mempererat hubungan antara penyuluh, warga binaan, dan masyarakat. Lebih dari sekadar menjalankan tugas kedinasan, kehadiran di tengah masyarakat merupakan wujud pengabdian untuk menghadirkan nilai-nilai agama secara nyata: menguatkan yang sedang lemah, mendampingi yang sedang berduka, dan mengingatkan setiap insan untuk senantiasa mempersiapkan bekal akhirat.