Penyuluh KUA Sumbang Berikan Bimbingan Keagamaan kepada MT Miftahurrohman
Oleh HUMAS
Sumbang – Penyuluh Agama Islam Kecamatan Sumbang, Alfiatun, melaksanakan kegiatan bimbingan dan penyuluhan keagamaan kepada ibu-ibu Majelis Taklim Miftahurrohman Desa Sumbang. Kegiatan tersebut menjadi sarana untuk meningkatkan pemahaman keagamaan sekaligus memperkuat nilai-nilai akhlak dan spiritual dalam kehidupan sehari-hari. Jumat (21/08)
Dalam kegiatan tersebut, Alfiatun, menyampaikan materi “Mutiara dalam Diri Manusia” yang diambil dari pembahasan dalam kitab Nashoihul ‘Ibad. Materi mengajak para jamaah untuk mengenali potensi kebaikan yang telah Allah SWT anugerahkan dalam diri setiap manusia serta bagaimana mengembangkannya melalui ilmu, iman, amal saleh, dan akhlak yang baik.
Alfiatun menjelaskan bahwa manusia memiliki berbagai “mutiara” dalam dirinya yang perlu dijaga dan diasah. Mutiara tersebut antara lain akal untuk berpikir, hati untuk merasakan dan menerima kebenaran, lisan untuk menyampaikan kebaikan, serta anggota badan yang dapat digunakan untuk beramal saleh.
“Mutiara yang ada dalam diri manusia akan menjadi bernilai apabila dijaga dengan iman, dihiasi dengan akhlak, dan diwujudkan dalam amal kebaikan. Karena itu, kita perlu terus belajar dan melakukan introspeksi agar kehidupan kita semakin dekat dengan Allah SWT,” jelas Alfiatun dalam penyampaiannya.
Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan interaktif. Para jamaah mengikuti materi dengan antusias serta diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan menyampaikan pengalaman maupun pertanyaan yang berkaitan dengan penerapan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan bimbingan penyuluhan ini, diharapkan ibu-ibu Majelis Taklim Miftahurrohman tidak hanya memperoleh tambahan wawasan keislaman, tetapi juga mampu mengimplementasikan pesan-pesan dalam Nashoihul ‘Ibad dalam kehidupan keluarga dan masyarakat.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Penyuluh Agama Islam Kecamatan Sumbang dalam memberikan pendampingan keagamaan secara berkelanjutan kepada masyarakat, khususnya majelis taklim, sehingga dapat terwujud masyarakat yang semakin religius, berakhlak mulia, dan mampu menjadikan nilai-nilai Islam sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
