Penyuluh KUA Terjun Langsung Ronda Malam Bersama Warga
Banyumas – Suasana malam di Desa Wangon tampak berbeda dari biasanya pada Sabtu malam. Di tengah udara dingin yang menyelimuti wilayah Kecamatan Wangon, Syarifudin, salah seorang Penyuluh Agama Islam KUA Wangon, terlihat berbaur akrab dengan warga di Pos Keamanan Lingkungan (Pos Kamling). Kehadirannya bukan sekadar tamu, melainkan ikut serta secara aktif dalam jadwal ronda malam sebagai bentuk penguatan hubungan antara instansi keagamaan dan masyarakat setempat secara langsung di lapangan. Senin (23/02/26)
Kegiatan ini dilakukan untuk menunjukkan bahwa peran penyuluh agama tidak hanya terbatas pada ceramah di atas mimbar atau pelayanan administrasi di kantor saja. Dengan terjun langsung ke pos ronda, penyuluh dapat mendengarkan aspirasi serta keluh kesah warga secara lebih santai dan mendalam. Selain menjaga keamanan lingkungan dari potensi gangguan ketertiban, momen ini juga dimanfaatkan untuk menyelipkan pesan-pesan perdamaian dan kerukunan antarwarga di sela-sela obrolan ringan yang hangat.
Syarifudin menjelaskan bahwa menjaga keamanan lingkungan adalah bagian dari pengamalan nilai-nilai agama yang nyata dalam kehidupan bermasyarakat. "Dakwah itu cakupannya sangat luas, tidak harus selalu dilakukan di dalam masjid atau secara formal. Menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat bersama-sama di pos ronda seperti ini adalah bentuk ibadah sosial yang nyata. Kami ingin menunjukkan bahwa KUA Wangon selalu hadir dan peduli terhadap kondusivitas wilayah, baik di siang maupun malam hari," ungkap Syarifudin sambil memantau situasi sekitar.
Kehadiran sosok penyuluh di tengah kegiatan ronda malam ini mendapat apresiasi positif dari warga yang sedang bertugas. Suliwa, salah satu warga Desa Wangon, mengaku senang dan merasa lebih termotivasi dengan kehadiran pihak KUA di lingkungan mereka.
"Kami merasa sangat senang karena ternyata Pak Penyuluh mau duduk lesehan dan ikut keliling kampung bareng kami. Selain suasana jadi lebih aman, kami juga bisa tanya-tanya soal urusan agama atau administrasi KUA dengan cara yang lebih santai sambil ngopi bersama," tutur Suliwa dengan antusias.
Aksi nyata ini diharapkan dapat mempersempit jarak antara birokrasi dan rakyat, serta menciptakan harmoni yang lebih kuat di tengah masyarakat Wangon. Kegiatan ronda bersama ini diakhiri dengan patroli keliling pemukiman untuk memastikan seluruh sudut desa dalam keadaan aman terkendali sebelum memasuki waktu subuh. (jhr)
