Penyuluh KUA Wangon Beri Bimbingan kepada Anak Korban Perundungan
Oleh KUA Wangon
Banyumas -- Penyuluh Agama Islam KUA Wangon memberikan bimbingan kepada seorang anak yang menjadi korban perundungan atau bullying dari teman-temannya. Pendampingan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi anak sekaligus upaya memberikan penguatan agar korban mampu menghadapi pengalaman yang dialaminya dengan lebih baik. Rabu (02/09)
Dalam proses bimbingan, Penyuluh Agama mengajak anak untuk berbicara secara terbuka mengenai perasaan dan pengalaman yang dialaminya. Pendekatan dilakukan dengan penuh perhatian dan tidak menghakimi, sehingga anak merasa aman untuk menyampaikan apa yang menjadi beban pikirannya.
Sarif menyampaikan bahwa korban perundungan membutuhkan dukungan dari lingkungan sekitar agar tidak merasa sendirian. “Anak perlu didengarkan dan diberikan penguatan. Kita harus meyakinkan bahwa dirinya berharga dan memiliki banyak orang yang peduli serta siap membantu,” ujar Sarif.
Mufid turut menekankan pentingnya pendampingan secara berkelanjutan. Menurutnya, keluarga, sekolah, teman, dan lingkungan masyarakat perlu bersama-sama menciptakan suasana yang aman bagi anak. “Jangan sampai anak menghadapi masalah ini sendirian. Pendampingan dan komunikasi yang baik sangat penting untuk membantu memulihkan kepercayaan dirinya,” ungkap Mufid.
Bimbingan tersebut menjadi bagian dari peran Penyuluh Agama dalam memberikan pendampingan kepada masyarakat, termasuk dalam persoalan sosial yang berkaitan dengan pembinaan generasi muda. Diharapkan melalui perhatian, dukungan, dan pendampingan yang tepat, anak korban perundungan dapat kembali percaya diri, merasa aman, serta mampu menjalani aktivitasnya dengan lebih tenang.(srf)
