HUT RI #81

Penyuluh KUA Wangon Jelaskan Makna Kitab Al-Barzanji Athiril ke-4 di MT Nurul Huda

KUA Wangon
KUA Wangon
05 Nov 2026
10x dibaca
Diubah oleh Adeliana pada 05-11-2026 16:41
SHARE

 

Wangon – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Wangon melaksanakan kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan (Bimluh) keagamaan di Majelis Taklim (MT) Nurul Huda Wangon. Dalam kesempatan tersebut, materi difokuskan pada penjelasan makna dan kandungan kitab Al-Barzanji ‘Athiril bagian ke-4, sebagai upaya meningkatkan pemahaman jamaah terhadap sejarah kehidupan dan keteladanan Nabi Muhammad SAW. Kamis (05/11)

Dalam penyampaian materi, jamaah diajak memahami isi kitab secara lebih mendalam, tidak hanya sebatas melantunkan bacaan berisi pujian dan shalawat kepada Rasulullah SAW. Kandungan kitab tersebut menjadi sarana untuk mengenal perjalanan hidup, kemuliaan pribadi, sifat-sifat terpuji, serta perjuangan Rasulullah dalam menyebarkan ajaran Islam. Dengan memahami maknanya, diharapkan jamaah dapat mengambil hikmah dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Zain, Penyuluh Agama Islam KUA Wangon, menjelaskan bahwa membaca kitab Al-Barzanji hendaknya diiringi dengan pemahaman terhadap pesan yang terkandung di dalamnya. Menurutnya, kecintaan kepada Rasulullah SAW tidak cukup hanya diungkapkan melalui lisan, tetapi harus diwujudkan melalui perilaku yang mencerminkan akhlak beliau, seperti jujur, amanah, sabar, santun, dan penuh kasih sayang.

“Melalui kajian Al-Barzanji bagian ke-4 ini, mari kita berusaha memahami setiap kandungan bacaan yang dilantunkan. Jangan sampai kita hanya bisa membaca dan bershalawat, tetapi belum berusaha meneladani akhlak Rasulullah SAW. Semoga semakin bertambahnya pemahaman kita, semakin tumbuh pula kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW dan semangat mengamalkan sunnahnya,” ungkap Zain.

Jamaah MT Nurul Huda Wangon menyambut positif kegiatan tersebut karena memberikan tambahan wawasan dalam memahami kitab Al-Barzanji. Mereka berharap kajian serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan agar tradisi pembacaan Al-Barzanji tidak hanya terjaga, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas keimanan dan akhlak. Melalui kegiatan Bimluh ini, KUA Wangon terus memperkuat peran Penyuluh Agama Islam dalam membina umat menuju kehidupan beragama yang lebih baik dan harmonis. (srf)