Penyuluh Pekuncen Hadiri Workshop Transformasi Manajemen Masjid, Dorong Masjid Jadi Pusat Inklusi Ekonomi Syariah
Banyumas — Penyuluh Agama Islam Kecamatan Pekuncen, Sudiro, mengikuti kegiatan Workshop Transformasi Manajemen Masjid bertajuk “Dari Pusat Ibadah Menuju Pusat Inklusi Ekonomi Syariah yang Akuntabel” yang digelar di Omah Daun Resto, mulai pukul 07.30 WIB hingga selesai. Senin (02/03)
Kegiatan yang diinisiasi oleh Masyarakat Ekonomi Syariah Banyumas ini mengundang para pengurus takmir masjid se-Eks Karesidenan Banyumas untuk bersama-sama melakukan transformasi tata kelola masjid agar lebih profesional, transparan, dan berdampak luas bagi kesejahteraan umat.
Workshop ini menyoroti pentingnya mengubah paradigma pengelolaan masjid. Tidak hanya sebagai pusat ibadah ritual, masjid didorong menjadi jantung ekonomi umat yang mampu memutus rantai kemiskinan melalui pengelolaan dana yang akuntabel dan inklusif.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi terkait standarisasi tata kelola keuangan nirlaba, digitalisasi layanan masjid melalui implementasi QRIS dan Ziswaf digital, serta pembentukan Dewan Ekonomi Masjid (DEMI) sebagai motor penggerak ekonomi berbasis komunitas.
Selain itu, para peserta juga memperoleh kesempatan berdialog langsung dengan narasumber dari Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, serta kalangan akademisi hukum dan ekonomi syariah. Diskusi ini membuka wawasan baru tentang pentingnya transparansi, akuntabilitas, dan inklusi keuangan dalam pengelolaan dana masjid.
Sudiro menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat relevan dengan tugas penyuluh agama dalam membina dan mendampingi takmir masjid. “Masjid memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pemberdayaan ekonomi umat. Dengan tata kelola yang baik dan berbasis digital, masjid dapat menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi jamaah,” ujarnya.
Ia berharap hasil workshop ini dapat ditindaklanjuti dengan pendampingan nyata di tingkat masjid, sehingga transformasi manajemen benar-benar terwujud dan masjid mampu menjadi pusat ibadah sekaligus pusat kesejahteraan umat.
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mendorong masjid di wilayah Banyumas untuk beradaptasi dengan perkembangan zaman, tanpa meninggalkan nilai-nilai syariah dan prinsip akuntabilitas.
