Penyuluh Sokaraja Bentuk Majelis Taklim Ibu-Ibu Muda Milenial
Oleh HUMAS
Sokaraja— Penyuluh Agama Islam Kecamatan Sokaraja, Faidus Sa’ad, membentuk Majelis Taklim bagi ibu-ibu muda yang masih produktif, khususnya para orang tua siswa TK Masyitoh 25. Pembentukan Majelis Taklim tersebut dilaksanakan sebagai upaya menghadirkan wadah pembinaan keagamaan yang dekat dengan kehidupan dan kebutuhan ibu-ibu muda. Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara Faidus Sa’ad dengan Kepala TK Masyitoh 25, Diyah Novitarini. Jumat (14/08)
Majelis Taklim ini dirancang tidak hanya sebagai tempat kajian keagamaan, tetapi juga menjadi ruang belajar, berbagi pengalaman, dan penguatan kapasitas para ibu dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan. Materi bimbingan penyuluhan akan membahas masalah-masalah yang dihadapi ibu muda, pendidikan dan pengasuhan anak, komunikasi dalam keluarga, tantangan kehidupan di era digital, serta pengembangan ekonomi keluarga. Dengan pendekatan yang lebih santai dan kekinian, kegiatan diharapkan dapat menarik minat ibu-ibu muda untuk aktif mengikuti pembinaan.
Berbagai kegiatan akan dikemas secara variatif, antara lain senam bersama, ice breaking, pengembangan ekonomi, parenting, dan kajian tematik kekinian. Konsep tersebut diharapkan menjadikan Majelis Taklim sebagai ruang yang menyenangkan sekaligus memberikan manfaat nyata bagi peserta. Para ibu tidak hanya mendapatkan penguatan nilai-nilai agama, tetapi juga memperoleh wawasan praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan keluarga serta pengembangan potensi ekonomi.
Kepala TK Masyitoh 25, Diyah Novitarin, menyambut positif pembentukan Majelis Taklim tersebut. Menurutnya, kegiatan ini sangat strategis karena memanfaatkan waktu para orang tua ketika menjemput anak. “Kami sangat mendukung kegiatan ini. Para ibu biasanya datang untuk menjemput anak, sehingga waktu tersebut bisa dimanfaatkan untuk kegiatan yang positif, menambah wawasan, berdiskusi, dan mendapatkan pembinaan yang bermanfaat bagi keluarga,” ujar Diyah.
Untuk menjaga keberlangsungan kegiatan, Bimbingan Penyuluhan (BP) akan dilaksanakan dua kali dalam sebulan, setiap hari Jumat pukul 09.00–10.00 WIB. Waktu tersebut dipilih bertepatan dengan jam kepulangan siswa TK sehingga para orang tua dapat mengikuti kegiatan tanpa harus menyediakan waktu khusus di luar aktivitas mereka. Faidus Sa’ad berharap Majelis Taklim ini dapat menjadi wadah pembinaan yang berkelanjutan bagi ibu-ibu muda, sekaligus memperkuat sinergi antara Penyuluh Agama Islam, lembaga pendidikan, dan keluarga dalam membangun generasi yang berkarakter, religius, mandiri, dan produktif.
