Peringati Hari Anak Nasional, Kakankemenag Banyumas Bersama UNICEF Indonesia Gelar Talkshow Interaktif di MAN 2 Banyumas

Oleh HUMAS
SHARE

Purwokerto – Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2026, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas berkolaborasi dengan MAN 2 Banyumas menyelenggarakan Talkshow Interaktif bertajuk “Madrasahku Seru, Mimpiku Melaju” di halaman/aula MAN 2 Banyumas. Jumat (24/07).

Kegiatan ini menghadirkan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas, Ibnu Asaddudin, Chief of Field Office (CFO) UNICEF Indonesia Tubagus Arie Rukmantara, serta Kepala MAN 2 Banyumas, Muhamad Siswanto.

Dalam kesempatan tersebut, CFO UNICEF Indonesia Tubagus Arie Rukmantara menekankan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang ramah dan inklusif bagi tumbuh kembang anak. "MAN bukan sekadar soal pendidikan agama. UNICEF sangat peduli dengan anak-anak, dan sekolah harus menjadi tempat yang aman serta nyaman bagi seluruh siswa," ungkap Arie.

Menanggapi hal tersebut, Kakankemenag Banyumas Ibnu Asaddudin mengawali paparannya dengan menegaskan filosofi dasar pembentukan karakter anak melalui landasan hadis Nabi SAW mengenai fitrah manusia:

"Setiap manusia lahir dalam keadaan suci (fitrah). Orang tua dan lingkungannyalah yang berperan besar dalam membentuk arah keyakinan dan karakter anak tersebut," kutip Ibnu.

Lebih lanjut, Ibnu menguraikan tiga proyeksi utama tantangan pendidikan masa depan yang harus disiapkan oleh madrasah, yang mencakup penguatan karakter, kompetensi, dan literasi. Pendidik diharapkan mampu membentuk siswa dengan karakter akhlak mulia sekaligus kinerja yang tangguh, dibekali kompetensi berpikir kritis, komunikatif, dan kolaboratif, serta didukung oleh literasi yang tinggi dalam memahami bahasa, budaya, maupun keuangan.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Ibnu menekankan perlunya transformasi kepemimpinan futuristik di lingkungan pendidikan. Ia mengutip filosofi strategi Napoleon Bonaparte mengenai pentingnya peran kepemimpinan yang kuat: "Jika Anda membangun pasukan 100 ekor singa yang dipimpin seekor anjing, dalam pertempuran singa-singa itu akan mati seperti anjing. Namun jika Anda membangun pasukan 100 ekor anjing yang dipimpin seekor singa, semua anjing akan bertarung layaknya singa."

Oleh karena itu, diperlukan pergeseran paradigma dari para pendidik dan orang tua—dari yang semula sekadar 'membentuk', menjadi 'menumbuhkembangkan potensi' anak hingga mencapai kemampuan di atas ekspektasi.

"Sayang anak, lindungi, dan bangun masa depan mereka. Melalui komitmen ini, kita siapkan siswa yang siap kuliah dan siap kerja menuju target mewujudkan madrasah yang unggul, ramah, dan terintegrasi," tegas Ibnu.

Sementara itu, Kepala MAN 2 Banyumas menyampaikan dua pilar utama yang menjadi fokus pengembangan madrasah, yakni komunikasi dan relasi melalui penguatan branding serta networking.

"Kami menonjolkan branding bahwa madrasah adalah institusi pendidikan yang tidak hanya unggul di bidang keagamaan, tetapi juga unggul di bidang sains dan vokasi. Dari sisi relasi, kami telah menjalin kerja sama internasional, salah satunya dengan Mindanao State University, serta Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) untuk mendukung penguatan keterampilan (skill) siswa," paparnya.

Sebagai penutup (closing statement), Kakankemenag Banyumas memberikan pesan spiritual yang mendalam bagi seluruh peserta talkshow. Beliau mengingatkan agar setiap insan menjalankan perannya dengan sebaik-baiknya.

"Apa pun jabatan dan pekerjaan kita, itu adalah jalan yang diciptakan Tuhan. Tuhan telah menyediakan panggung untuk kita bersandiwara, karena sesungguhnya dunia ini adalah panggung sandiwara. Tugas kita adalah memainkan peran terbaik yang diamanahkan," pungkas Ibnu.