Perkuat Benteng Madrasah, Kemenag Banyumas Gandeng KPA Edukasi Bahaya HIV/AIDS
Oleh HUMAS
Banyumas – Menjelang pergantian tahun ajaran, Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKM MI) Kabupaten Banyumas menggelar Rapat Kerja (Raker) Akhir Tahun Pelajaran 2025/2026 bagi Kepala MI se-Kabupaten Banyumas. Acara yang berlangsung dinamis dan produktif ini bertempat di D'Garden Resto, Purwokerto. Rabu (17/06)
Agenda strategis ini bernilai penting dengan dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Kabupaten Banyumas, Kepala Subbagian Tata Usaha (Kasubbag TU), serta Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Penmad). Kehadiran jajaran pimpinan teras Kemenag Banyumas ini menegaskan komitmen kuat institusi dalam mengevaluasi capaian kinerja sekaligus merumuskan strategi peningkatan mutu pendidikan madrasah secara berkelanjutan.
Raker ini menjadi wadah krusial untuk memetakan capaian program kerja selama satu tahun ke belakang serta menyusun proyeksi matang menyambut tahun ajaran baru.
Menariknya, raker kali ini tidak hanya berfokus pada evaluasi internal akademik dan manajemen sekolah semata. Sebagai bentuk kepedulian terhadap isu sosial dan kesehatan remaja, KKM MI Banyumas turut menggandeng Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Banyumas untuk memberikan sosialisasi mengenai bahaya HIV/AIDS.
Hadir sebagai pemateri utama, Kepala KPA Banyumas, Suwondo. Dalam paparan edukatifnya, ia mengupas tuntas mengenai langkah preventif, pencegahan dini, serta dampak nyata yang ditimbulkan oleh virus HIV/AIDS. Langkah preventif ini dinilai sangat mendesak agar para Kepala Madrasah memiliki pemahaman yang komprehensif. Dengan demikian, mereka dapat menjadi garda terdepan dalam membentengi lingkungan pendidikan dan peserta didik tingkat dasar dari ancaman pergaulan bebas serta penyakit menular sejak dini.
Melalui sinergi apik antara evaluasi dunia pendidikan dan edukasi kesehatan ini, raker diharapkan membawa dampak jangka panjang. Seluruh Kepala MI se-Kabupaten Banyumas kini dinilai lebih siap menyambut tahun ajaran baru dengan manajemen madrasah yang lebih solid, akuntabel, serta mampu menciptakan lingkungan sekolah yang aman, religius, dan sehat bagi seluruh siswa.
