Perkuat Fondasi Al-Quran Siswa MI Maarif NU Sokawera Melalui Hafalan An-Naba dan An-Naziat
Oleh HUMAS
Banyumas – Membangun generasi yang cerdas secara akal dan kuat secara spiritual menjadi misi utama jajaran KUA Somagede. Hal ini dibuktikan oleh Penyuluh Agama Islam, Yanda Nurarista Irnawanti, yang hadir langsung mendampingi siswa-siswi kelas 3 MI Ma’arif NU At-Tijani Desa Sokawera dalam program penguatan hafalan Surat An-Naba’ dan An-Nazi’at, Rabu (04/02/26)
Dalam sambutan pembukanya, Yanda menekankan bahwa tugas Penyuluh Agama tidak hanya sebatas menyampaikan syariat, tetapi juga memastikan generasi muda memiliki keterikatan yang kuat dengan Al-Qur’an sejak dini.
"Hafalan Al-Qur'an bukan sekadar kegiatan akademik, melainkan ibadah yang mengangkat derajat seorang hamba. Kami ingin anak-anak kita tidak hanya menghafal, tapi juga memiliki hafalan yang mutqin (kokoh)," tegasnya sembari mengutip hadis Rasulullah SAW tentang tingginya derajat penghafal Al-Qur'an di surga.
Kegiatan ini tidak hanya berisi setoran hafalan, tetapi juga penyampaian tadabur singkat. Yanda menjelaskan bahwa pemilihan Surat An-Naba’ (Berita Besar) dan An-Nazi’at bertujuan menanamkan aqidah tentang hari akhir.
-
Surat An-Naba’: Mengajarkan bukti kekuasaan Allah melalui alam semesta.
-
Surat An-Nazi’at: Memberikan pelajaran moral melalui kisah Nabi Musa dan Fir’aun tentang bahaya kesombongan.
Kepada para guru dan orang tua di lingkungan MI Ma’arif NU At-Tijani, Yanda membagikan tiga strategi utama agar hafalan siswa bertahan lama:
-
Penguatan Niat: Menghafal ikhlas karena Allah, bukan sekadar mengejar nilai rapor.
-
Istikamah Muroja’ah: Konsisten mengulang hafalan minimal lima kali sehari, karena Al-Qur'an lebih cepat lepas dari ingatan dibanding unta yang terikat.
-
Tashih Tilawah: Memastikan ketepatan tajwid dan makharijul huruf sebelum dihafal agar tidak terjadi kesalahan yang menetap.
Yanda mengajak orang tua untuk menciptakan lingkungan rumah yang Qur’ani dengan menjadwalkan waktu khusus mendengar hafalan anak dan membatasi penggunaan gawai. Begitu pula bagi para guru, diharapkan materi Al-Qur'an dapat diintegrasikan dengan pelajaran umum agar pemahaman siswa lebih komprehensif.
"Mari kita jaga amanah ini. Penguatan hafalan adalah jihad berkelanjutan demi mencetak generasi yang takut berbuat maksiat dan berlomba-lomba dalam kebaikan," tutupnya dalam doa yang penuh khidmat.
Kegiatan ini disambut antusias oleh Kepala Madrasah dan para pendidik, yang berkomitmen menjadikan MI Ma’arif NU Sokawera sebagai pencetak Ahlul Qur'an di masa depan.
