Perkuat Perlindungan Perempuan, Penyuluh Agama Karanglewas Ajak Kader PKK Cegah Kekerasan
Oleh HUMAS
Banyumas — Penyuluh Agama Islam Kecamatan Karanglewas Umi Lutfi Chabibah, memberikan pengisian materi dalam kegiatan Kader PKK RW 5 Desa Jipang dengan tema “Mencegah dan Menangani Kekerasan terhadap Perempuan dari Perspektif Islam.” Kegiatan dilaksanakan di Rumah Kader PKK ibu Titin, dan diikuti oleh ibu-ibu kader PKK setempat. Sabtu (11/10)
Dalam kesempatan tersebut, Umi Lutfi menjelaskan pentingnya peran keluarga dan masyarakat dalam melindungi perempuan dari berbagai bentuk kekerasan, baik fisik, verbal, maupun psikis. Ia juga menegaskan bahwa Islam menjunjung tinggi kehormatan perempuan serta mengajarkan sikap saling menghormati dan kasih sayang dalam rumah tangga.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari para kader PKK yang antusias mengikuti penyuluhan hingga akhir. Harapannya, kegiatan seperti ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah serta bebas dari kekerasan.
Banyumas – Dalam upaya memperkuat peran keluarga dan masyarakat dalam melindungi perempuan, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Karanglewas, Umi Lutfi Chabibah, memberikan pengisian materi dalam kegiatan rutin Kader PKK RW 5 Desa Jipang. Kegiatan yang berlangsung di Rumah Kader PKK Ibu Titin ini mengangkat tema krusial Mencegah dan Menangani Kekerasan terhadap Perempuan dari Perspektif Islam. Acara ini diikuti secara antusias oleh ibu-ibu kader PKK setempat, menunjukkan kesadaran mereka terhadap isu perlindungan perempuan dan keluarga. Sabtu (11/10)
Dalam materinya, Umi Lutfi Chabibah menjelaskan pentingnya peran keluarga dan masyarakat dalam melindungi perempuan dari berbagai bentuk kekerasan, baik yang bersifat fisik, verbal, maupun psikis. Ia juga menegaskan bahwa Islam memiliki pandangan yang sangat jelas dalam memuliakan perempuan.
Umi Lutfi Chabibah menekankan bahwa pencegahan kekerasan harus dimulai dari pemahaman ajaran agama yang benar. "Islam menjunjung tinggi kehormatan perempuan sebagai ummu warobbahtul bait (ibu dan pendidik utama dalam rumah tangga). Ajaran Islam mengajarkan sikap mu'asyarah bil ma'ruf, yaitu saling menghormati, mengasihi, dan menyayangi dalam setiap sendi rumah tangga," tegas Umi Lutfi Chabibah. "Kekerasan, dalam bentuk apa pun, bertentangan dengan prinsip Islam yang Rahmatan lil 'Alamin."
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari para kader PKK yang antusias mengikuti penyuluhan hingga akhir. Diharapkan, melalui edukasi berbasis agama ini, kesadaran masyarakat meningkat, dan upaya membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah, serta bebas dari kekerasan, dapat terwujud secara nyata. (ulc/del)
