Pra Musrenbang Tematik Stunting Kecamatan Kembaran Tekankan Kolaborasi Lintas Sektor

Oleh KUA Kembaran
SHARE

Banyumas – Pemerintah Kecamatan Kembaran menggelar Pra Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Pra Musrenbang) Tematik Stunting sebagai tindak lanjut program nasional percepatan penurunan stunting. Kegiatan yang berlangsung dengan diawali pembukaan dan pembacaan basmalah tersebut dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya sebagai bentuk penguatan semangat kebangsaan dalam mendukung program pembangunan kesehatan masyarakat. Rabu (04/02/26)

Camat Kembaran dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari instruksi Pemerintah Kabupaten Banyumas dalam mendukung salah satu program prioritas nasional, yaitu percepatan penurunan angka stunting hingga tingkat kecamatan. Ia menegaskan bahwa target tahun 2026 diharapkan mampu menurunkan angka stunting secara signifikan, sehingga pada momentum satu abad Indonesia merdeka dapat tercipta generasi emas yang sehat, cerdas, dan berkualitas.

“Penanganan stunting merupakan tanggung jawab bersama. Dibutuhkan komitmen serta kerja sama lintas sektor agar target nasional dapat tercapai,” ungkap Camat Kembaran.

Sementara itu, Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat (Kasi Permas) Kecamatan Kembaran memaparkan kondisi stunting di wilayah Kecamatan Kembaran berdasarkan 31 indikator penanganan stunting. Dalam paparannya dijelaskan bahwa masih terdapat beberapa kendala dalam pelaksanaan program, di antaranya belum meratanya pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil akibat keterbatasan anggaran, serta masih adanya ibu hamil yang belum rutin mengonsumsi tablet tambah darah (TTD).

Selain itu, pemeriksaan kesehatan ibu hamil juga belum berjalan secara maksimal. Pada masa pasca persalinan, pelayanan keluarga berencana bagi ibu nifas masih perlu ditingkatkan guna mendukung perencanaan keluarga yang sehat.

Dalam pemaparan tersebut juga disampaikan bahwa pelayanan kesehatan bayi dan balita menjadi perhatian utama, mulai dari pelaksanaan inisiasi menyusu dini, pemberian ASI eksklusif, pemberian makanan pendamping ASI, pemantauan tumbuh kembang anak, hingga penanganan gizi buruk dan imunisasi lengkap. Upaya pencegahan penyakit seperti diare, pneumonia, serta pemberian obat cacing dan suplemen gizi juga menjadi bagian penting dalam penanganan stunting.

Tidak hanya menyasar balita, program pencegahan stunting juga menyasar remaja putri melalui pemeriksaan anemia dan edukasi kesehatan reproduksi. Dalam hal ini, disampaikan pentingnya peran KUA melalui program bimbingan perkawinan (Bimwin) yang memberikan materi kesiapan keluarga dan pencegahan stunting sejak sebelum pernikahan.

Selain aspek kesehatan, kegiatan tersebut juga menyoroti program pemanfaatan pekarangan sebagai sumber peningkatan asupan gizi keluarga. Program ini diharapkan mampu mendorong masyarakat untuk memanfaatkan lahan pekarangan sebagai sumber pangan bergizi.

Pra Musrenbang Tematik Stunting ini menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor, termasuk pemerintah kecamatan, tenaga kesehatan, KUA, serta masyarakat dalam mewujudkan penurunan angka stunting secara berkelanjutan. Dengan sinergi bersama, diharapkan upaya penanganan stunting di Kecamatan Kembaran dapat berjalan optimal demi menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas.