Rahasia Getaran Ruh Mendidik Anak: Inspirasi Penyuluh Agama untuk Guru RA

Oleh HUMAS
SHARE

Banyumas – Dalam upaya memperkaya perspektif guru Raudhatul Athfal (RA) terhadap metode pendidikan anak usia dini, Penyuluh Agama Islam Fungsional Ajibarang, Muhammad Zainur Rakhman, menjadi narasumber utama dalam pertemuan Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) se-Kecamatan Ajibarang. Acara ini diselenggarakan di Gedung RA Fatimah, Lesmana, Ajibarang, pada Senin (13/10).

Zainur membawakan tema unik dan mendalam: Pentingnya Spiritualitas dalam Mendidik Anak. Sesi ini berhasil menarik perhatian para guru yang disuguhi sudut pandang yang sama sekali baru dalam interaksi dengan anak didik.

Zainur mengawali penjabarannya dengan mengubah cara pandang guru terhadap anak. "Cara pandang kita dalam melihat anak didik, jangan hanya terbatas pada lahiriah semata. Tapi, pandanglah anak sebagai makhluk spiritual, yang memiliki ruh, sebagaimana kita juga adalah makhluk spiritual yang memiliki ruh," terang Zainur.

Beliau menjelaskan konsep bahwa hakikat manusia bukanlah semata fisik biologis, melainkan ruh yang senantiasa bergetar (vibrasi) seiring dengan getaran seluruh semesta. Oleh karena itu, seorang guru harus menyikapi pendidikan sebagai interaksi antar ruh.
"Ketika ruh kita bergetar positif, artinya kita menaruh kepercayaan kepada anak dan memandangnya penuh optimis, getaran ruh kita akan berpengaruh kuat kepada ruh sang anak," jelasnya. "Dia akan tumbuh menjadi anak yang percaya diri, penuh cinta, dan bertanggung jawab. Sebaliknya, vibrasi negatif dari kita akan ikut andil membentuk kenakalan anak tersebut." lanjutnya.

Menurut Zainur, konsep getaran ruh dan vibrasi positif ini bahkan bisa diterapkan dalam interaksi dengan siapa pun, termasuk dengan pasangan dan keluarga. "Orang dengan vibrasi positif akan memengaruhi orang-orang yang ada disekelilingnya, salah satu cirinya adalah seseorang begitu mudah didekati oleh kupu-kupu, kucing, capung, anak kecil; ketika dia memasuki warung yang sepi, setelah dia masuk kemudian ramai pembeli, itu tanda vibrasi positif." pungkas Zainur.

Para guru RA yang menjadi peserta sangat antusias menyimak penjelasan yang bersifat tasawuf terapan ini. Kegiatan ini diharapkan mampu membuka kesadaran para pendidik bahwa spiritualitas dan vibrasi positif adalah kunci utama dalam membentuk karakter anak di usia emas mereka. (mzr/del)