Rakor Penyuluh KUA Wangon Bahas Penguatan Layanan Penyuluhan di Musala Al Fairuz
Wangon – Penyuluh Agama Islam KUA Wangon menggelar rapat koordinasi (rakor) terkait layanan penyuluhan di Musala Al Fairuz. Kegiatan ini menjadi sarana untuk memperkuat koordinasi, menyamakan persepsi, dan mengevaluasi pelaksanaan tugas penyuluh dalam memberikan bimbingan keagamaan kepada masyarakat. Melalui rakor tersebut, para penyuluh berupaya memastikan kegiatan penyuluhan berjalan lebih terarah, efektif, dan sesuai dengan kebutuhan umat. Senin (19/10)
Dalam rakor tersebut, pembahasan difokuskan pada pelaksanaan layanan penyuluhan di wilayah binaan, penyusunan materi bimbingan, serta peningkatan kualitas komunikasi dengan kelompok sasaran. Penyuluh juga didorong untuk menyusun kegiatan secara terencana dan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program yang telah berjalan. Dengan koordinasi yang rutin, berbagai kendala di lapangan diharapkan dapat dibahas bersama sehingga ditemukan langkah penyelesaian yang tepat.
Zain, Penyuluh Agama Islam KUA Wangon, menyampaikan bahwa rakor menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas dan kesinambungan layanan penyuluhan. “Koordinasi diperlukan agar setiap penyuluh memiliki arah dan pemahaman yang sama dalam menjalankan tugas. Kami ingin kegiatan penyuluhan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, sehingga perlu ada persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi yang dilakukan secara berkelanjutan,” ungkap Zain.
Para Penyuluh Agama Islam KUA Wangon juga menegaskan pentingnya kerja sama, kedisiplinan, dan tanggung jawab dalam menjalankan program pembinaan keagamaan. Menurut mereka, layanan penyuluhan tidak hanya menyampaikan materi agama, tetapi juga membangun kedekatan dengan masyarakat, mendengarkan kebutuhan jamaah, serta memberikan bimbingan secara santun dan mudah dipahami. Sinergi antarpenyuluh diharapkan mampu memperkuat pelaksanaan program di berbagai kelompok binaan.
Melalui rakor di Musala Al Fairuz, KUA Wangon terus mendorong peningkatan profesionalitas penyuluh dalam melaksanakan tugas pengabdian kepada umat. Hasil koordinasi diharapkan menjadi pedoman untuk memperbaiki perencanaan dan pelaksanaan layanan penyuluhan ke depan. Dengan semangat kebersamaan dan komitmen untuk terus belajar, para penyuluh diharapkan semakin optimal dalam mendukung kehidupan masyarakat yang religius, harmonis, dan berakhlak mulia. (Srf)
