Rawat Kerukunan di Klenteng Hok Tik Bio, Penyuluh Agama Se-Kotib Gelar Aksi RATU BERIMAN
Oleh HUMAS
Purwokerto – Menjelang peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama, jajaran Penyuluh Agama se-Kota Purwokerto menunjukkan aksi nyata moderasi beragama melalui program RATU Beriman (Rawat Rumah Beribadah agar Nyaman). Kali ini, aksi tersebut dipusatkan di Klenteng Hok Tik Bio Purwokerto. Selasa (23/12)
Kegiatan ini bukan sekadar aksi bersih-bersih fisik, melainkan sebuah simbol kuat dalam merawat toleransi dan harmoni di tengah masyarakat Banyumas yang majemuk. Klenteng Hok Tik Bio sendiri dipilih karena kedudukannya yang bukan hanya tempat ibadah umat Khonghucu, namun telah menjadi simbol sejarah sosial yang hidup berdampingan secara damai dengan pemeluk agama lain selama puluhan tahun.
Melalui kegiatan ini, para penyuluh agama menegaskan peran vital mereka sebagai jembatan moderasi beragama dengan mengimplementasikan aksi "RATU Beriman" di Klenteng sebagai wujud nyata kerukunan. Aksi tersebut mengusung empat nilai utama, yakni saling menghormati keyakinan antarumat beragama serta senantiasa menjaga persaudaraan kemanusiaan atau ukhuwah basyariyah. Selain itu, gerakan ini juga berkomitmen kuat untuk menolak segala bentuk intoleransi dan diskriminasi, sekaligus menjadi sarana untuk menguatkan semangat kebangsaan dalam bingkai NKRI.
Kunjungan dan aksi sosial ini menjadi langkah strategis untuk menumbuhkan sikap saling menghargai. Dialog hangat yang terjalin antara para penyuluh dengan pengurus klenteng membuktikan bahwa perbedaan keyakinan bukanlah penghalang untuk bekerja sama dalam kebaikan.
"Perbedaan bukanlah penghalang untuk hidup rukun. Kerukunan tidak cukup hanya dibicarakan, tetapi harus dirawat melalui sikap terbuka dan kerja sama nyata seperti yang kita lakukan hari ini," ungkap salah satu koordinator penyuluh di sela kegiatan.
Melalui semangat yang terbangun di Klenteng Hok Tik Bio, diharapkan pesan kedamaian ini dapat menginspirasi masyarakat luas untuk terus memperkuat persatuan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika. Dengan lingkungan ibadah yang terawat dan hubungan antarumat yang harmonis, Banyumas diharapkan tetap menjadi barometer kedamaian di Jawa Tengah. (adl)
