Refleksi Nisfu Syaban di Kebasen: Membersihkan Hati, Menyambut Madrasah Ramadan
Oleh KUA kebasen
Banyumas – Suasana khidmat menyelimuti Masjid Darul Mu’minin, Desa Kalisalak, Kecamatan Kebasen. Para jamaah berkumpul dengan antusias mengikuti refleksi dan mujahadah dalam rangka memperingati malam Nisfu Sya'ban 1447 H. Senin (02/02/26)
Acara ini menjadi momentum penting bagi masyarakat setempat untuk melakukan pembersihan hati sekaligus mempersiapkan diri menghadapi bulan suci Ramadan yang tinggal menghitung hari.
Kegiatan diawali dengan pelaksanaan shalat sunnah hajat secara berjamaah yang dilanjutkan dengan doa bersama (mujahadah). Burhanul Ma’arif, Penyuluh Agama Islam Fungsional Kecamatan Kebasen, hadir sebagai pembimbing yang mengajak jamaah untuk melantunkan istighfar serta memohon ketetapan iman dan umur yang berkah.
"Malam ini adalah malam penyerahan 'rapor' tahunan kita kepada Allah SWT. Dengan bermujahadah, kita berharap menutup lembaran lama dengan husnul khatimah dan membuka lembaran baru dengan penuh optimisme," ujar Burhanul dalam tausiyahnya.
Dalam refleksinya, Burhanul menekankan bahwa Ramadan adalah sebuah sekolah spiritual yang menuntut kesiapan prima. Beliau memaparkan tiga poin utama sebagai bekal persiapan:
-
Tazkiyatun Nafs (Pembersihan Jiwa): Menyelesaikan urusan antar sesama manusia dengan saling memaafkan agar ibadah puasa tidak terbebani konflik batin.
-
Pendalaman Ilmu Fikih Puasa: Mengkaji kembali rukun, syarat, dan hal-hal yang membatalkan puasa agar ibadah sah secara syariat.
-
Manajemen Konsistensi: Mulai membiasakan amalan sunnah sejak bulan Sya'ban agar tubuh dan mental tidak terkejut saat memasuki ritme Ramadan yang intens.
Ketua Takmir Masjid Darul Mu’minin menyampaikan apresiasi atas kehadiran Penyuluh Agama Islam yang memberikan pencerahan bagi warga Kalisalak. Kegiatan yang berlangsung hingga larut malam ini ditutup dengan ramah tamah.
Selain aspek spiritual, acara ini juga berhasil memperkuat tali silaturahmi antarwarga sebagai modal sosial dalam menjaga kerukunan umat beragama di wilayah Kecamatan Kebasen. Melalui refleksi ini, jamaah diharapkan mampu menjadikan Ramadan 2026 sebagai momentum transformasi diri yang lebih baik.
