Ruh Guru Jadi Komponen Terpenting dalam Pembentukan Karakter Siswa
Oleh HUMAS
Banyumas – Monitoring pembiasaan Pendidikan Agama Islam (PAI) yang dilakukan oleh Pengawas PAI Kementerian Agama Kabupaten Banyumas, Dudiyono, di SMKN 2 Banyumas menunjukkan bahwa kegiatan keagamaan di sekolah tersebut telah berjalan dengan baik. Namun, dalam praktiknya masih ditemui kendala, antara lain adanya peserta didik yang belum hafal doa salat dan belum mampu membaca Al-Qur’an dengan lancar. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi sekolah dan para guru untuk memperkuat pendampingan serta pembinaan spiritual peserta didik agar pembiasaan nilai-nilai religius dapat terlaksana secara optimal. Kamis (09/10)
Dalam arahannya, Dudiyono menekankan bahwa kunci untuk mengatasi masalah ini adalah "ruh guru" dalam setiap proses pembelajaran. "Dissaat seperti inilah ruh guru hadir untuk mendampingi peserta didik, mengajar, mendidik, dan menjadi teladan agar kelak mereka tumbuh menjadi generasi hebat dan bermartabat,” ungkap Dudiyono penuh semangat. Beliau menegaskan bahwa guru tidak boleh sekadar mengajar materi, tetapi harus menghadirkan keteladanan, semangat, dan keikhlasan dalam pembinaan keagamaan.
Menanggapi hasil monitoring tersebut, Saekhu, Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) SMKN 2 Banyumas, mengakui adanya tantangan tersebut. Pihaknya telah merespons dengan melakukan inovasi pembelajaran, termasuk pemetaan kemampuan baca tulis Al-Qur’an dan program tutor sebaya. "Bagi yang sudah lancar kami libatkan untuk membantu teman-temannya yang masih belajar. Kami juga terus menanamkan kesadaran pentingnya salat lima waktu sebagai bagian dari pembentukan karakter,” jelas Saekhu.
Melalui kolaborasi seluruh stakeholder sekolah dan pendekatan yang humanis, kegiatan pembiasaan PAI di SMKN 2 Banyumas diharapkan mampu menumbuhkan budaya religius yang kuat. Tujuannya adalah membangun karakter peserta didik yang tidak hanya cerdas intelektual, tetapi juga matang secara spiritual dan moral. (dud/del)
