Rutan Kelas II B Banyumas Gelar Kajian Keagamaan untuk Warga Binaan
Oleh KUA Sokaraja
Banyumas – Sebagai bagian dari program pembinaan dan penguatan spiritual, Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Banyumas menyelenggarakan kajian keagamaan yang diikuti seluruh warga binaan. Selasa (09/12)
Kegiatan tersebut menghadirkan Muhamad Nuh, penyuluh agama Islam dari KUA Sokaraja, sebagai narasumber utama. Dalam kajian yang berlangsung secara khidmat di ruang pertemuan Rutan, Muhamad Nuh, menyampaikan materi yang menitikberatkan pada pentingnya pembukaan pikiran dan hati untuk menerima semangat perubahan.
Beliau menegaskan bahwa niat kuat dan kesungguhan dalam memperbaiki diri merupakan langkah fundamental dalam proses pengampunan dan transformasi spiritual warga binaan. “Perubahan nyata harus dimulai dari dalam diri sebagai bentuk pengampunan hakiki, bukan hanya sekadar pengampunan materi atau fisik,” jelas Muhamad Nuh di depan para peserta.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Rutan Banyumas dalam mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan sebagai pondasi utama pembinaan guna mendukung rehabilitasi mental dan spiritual warga binaan. Kepala Rutan Kelas II B Banyumas, melalui Kabag Pembinaan, menyampaikan bahwa program kajian ini dirancang untuk memperkuat kesadaran dan motivasi warga binaan dalam menghadapi tantangan kehidupan setelah masa pidana.“Kajian keagamaan yang rutin digelar ini diharapkan dapat menjadi media efektif dalam membentuk karakter dan membangun optimisme bagi warga binaan untuk perubahan ke arah yang lebih baik,” ujar Kabag Pembinaan.
Rutan Banyumas berkomitmen menjalankan program-program pembinaan yang holistik dengan mengedepankan pendekatan keagamaan, demi mendukung proses reintegrasi sosial warga binaan secara berkelanjutan
