Saat PJJ Berjalan, Tim Matematika Tancap Gas ke OSMA
Oleh MTSN3 Banyumas
Banyumas - Di tengah berlangsungnya Ujian Madrasah kelas IX, suasana belajar di MTs Negeri 3 Banyumas tidak lantas berhenti. Sebagian siswa kelas VIII menjalani Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dari rumah masing-masing sebagai bentuk penyesuaian kondisi madrasah. Meski tidak berada di ruang kelas seperti biasa, semangat belajar tetap menyala. Aktivitas daring menjadi jembatan agar proses pendidikan terus berjalan tanpa terputus, menunjukkan bahwa keterbatasan ruang bukanlah penghalang untuk terus berkembang. Kamis (23/04)
Namun di balik sunyinya kelas-kelas yang digunakan untuk ujian, tersimpan denyut semangat lain yang tak kalah kuat. Sejumlah siswa pilihan dari kelas VIII justru hadir langsung di madrasah. Mereka bukan datang tanpa alasan, melainkan membawa misi khusus: mempersiapkan diri menghadapi OSMA pada mata pelajaran Matematika. Di saat sebagian teman belajar dari rumah, mereka memanfaatkan kesempatan untuk menggali materi lebih dalam secara intensif.
Sebanyak 10 siswa yang telah ditunjuk mengikuti program pendalaman materi secara khusus. Kegiatan ini difokuskan pada penguatan konsep serta strategi penyelesaian soal-soal Matematika yang menuntut ketelitian dan logika tingkat tinggi. Suasana belajar berlangsung serius namun tetap hidup, dipenuhi diskusi, coretan rumus, serta upaya menemukan cara tercepat dan paling tepat dalam menyelesaikan persoalan.
Pendampingan dilakukan langsung oleh Zuhrotunnisa, M.Pd yang dengan penuh ketekunan membimbing setiap langkah siswa. Tidak sekadar mengajar, beliau mengarahkan, menguatkan pemahaman, serta membedah poin-poin penting dalam pengerjaan soal. Setiap kesulitan dijadikan bahan pembelajaran, setiap kesalahan menjadi jalan untuk menemukan strategi yang lebih efektif.
Interaksi yang terbangun pun terasa berbeda. Lebih fokus, lebih intens, dan lebih mendalam. Para siswa terlihat antusias, aktif bertanya, dan berusaha menaklukkan setiap tantangan soal yang diberikan. Mereka sadar bahwa kesempatan ini bukan sekadar tambahan belajar, tetapi juga langkah awal menuju prestasi yang lebih tinggi di ajang kompetisi akademik.
Di tengah keterbatasan situasi, MTs Negeri 3 Banyumas justru menunjukkan wajah lain dari dunia pendidikan: adaptif, progresif, dan penuh semangat juang. PJJ tetap berjalan, ujian tetap terlaksana, dan pembinaan prestasi pun tidak terabaikan. Dari sudut madrasah yang mungkin tak banyak terlihat, lahir harapan besar—bahwa dari 10 siswa ini, akan muncul generasi yang siap mengukir prestasi dan membawa nama madrasah melangkah lebih jauh.(HumasMTsN3)
