Sambangi Posyandu Lansia, Penyuluh Kebasen Sosialisasikan Gerakan Sadar Nikah dan Pentingnya Menjaga Jiwa

Oleh HUMAS
SHARE

Kebasen – Pentingnya kesadaran hukum dalam pernikahan dan perlindungan kesehatan bagi lansia menjadi fokus utama penyuluhan keagamaan yang digelar di lingkungan Kadus 2, Desa Tumiyang. Selasa (12/05/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan di sela-sela rutinitas Posyandu Lansia ini menghadirkan narasumber Faid Anisatul Humaera, dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kebasen. Dalam kesempatan tersebut, ia memaparkan dua materi utama yang berkaitan dengan aspek hukum agama dan kesehatan jiwa.

Materi pertama menekankan pada Gerakan Sadar Nikah (Gas). Faid menjelaskan bahwa pernikahan bukan sekadar ikatan secara agama, tetapi harus tercatat secara resmi oleh negara melalui KUA. Hal ini sangat penting untuk memberikan perlindungan hukum bagi suami, istri, maupun keturunan di masa depan.

"Pernikahan yang tercatat memastikan hak-hak keluarga terlindungi secara administratif dan hukum. Melalui Gerakan Sadar Nikah, kita ingin memastikan tidak ada lagi masyarakat yang terabaikan hak sipilnya hanya karena status pernikahan yang belum terdaftar resmi," papar Faid.

Selain aspek hukum, penyuluhan ini juga mengangkat konsep Hifdz Nafs (menjaga jiwa) yang merupakan salah satu dari lima tujuan utama syariat Islam (Maqasid asy-Syariah). Dalam konteks lansia, Hifdz Nafs diterjemahkan sebagai kewajiban untuk menjaga kesehatan fisik dan mental demi keberlangsungan hidup yang berkualitas.

Penyuluh mengajak para lansia untuk tetap rutin mengikuti pemeriksaan di Posyandu sebagai bentuk ikhtiar menjaga titipan Allah SWT berupa kesehatan tubuh. Dengan menjaga jiwa dan kesehatan, para lansia diharapkan tetap dapat beribadah dengan optimal dan menikmati masa tua dengan bahagia.

Kegiatan penyuluhan ini diikuti dengan antusias oleh para lansia dan pengurus lingkungan di wilayah Kadus 2 Desa Tumiyang. Sinergi antara layanan kesehatan posyandu dan bimbingan keagamaan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara lahir maupun batin.