Satukan Persepsi dan Tingkatkan Profesionalisme Guru, MTs Negeri 3 Banyumas Gelar IHT KMA 1503 Tahun 2025
Oleh MTSN3 Banyumas
Banyumas - MTs Negeri 3 Banyumas melaksanakan kegiatan In House Training (IHT) Implementasi KMA 1503 Tahun 2025. Kegiatan ini dilaksanakan di lingkungan MTs Negeri 3 Banyumas dan diikuti oleh seluruh guru sebagai bentuk komitmen madrasah dalam meningkatkan pemahaman dan kesiapan pendidik terhadap kebijakan terbaru Kementerian Agama. Selasa (03/02)
Alhamdulillah, kegiatan IHT berjalan dengan lancar dan penuh antusiasme. Acara diawali dengan sambutan Kepala MTs Negeri 3 Banyumas, Sudir. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya kesamaan persepsi seluruh guru dalam memahami serta mengimplementasikan KMA 1503 Tahun 2025 agar dapat diterapkan secara optimal dalam proses pembelajaran.
Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh narasumber, Istikomah. Materi disampaikan secara komunikatif dan aplikatif sehingga mudah dipahami oleh para peserta. Suasana kegiatan berlangsung interaktif dengan adanya diskusi dan tanya jawab yang menunjukkan partisipasi aktif seluruh guru MTs Negeri 3 Banyumas.
Kepala Madrasah MTs Negeri 3 Banyumas, Sudir, menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan IHT ini. “IHT Implementasi KMA 1503 Tahun 2025 ini menjadi langkah penting untuk meningkatkan profesionalisme guru. Saya berharap seluruh guru dapat mengimplementasikan hasil IHT ini dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari,” ungkap beliau. Senada dengan hal tersebut, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Laely Mahmudah, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi upaya strategis madrasah dalam menyiapkan guru menghadapi perubahan kebijakan. “Melalui IHT ini, guru diharapkan semakin siap dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran sesuai dengan KMA 1503 Tahun 2025,” tuturnya.
Dengan terlaksananya kegiatan IHT ini, MTs Negeri 3 Banyumas semakin meneguhkan komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui penguatan kapasitas dan kompetensi guru. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang peningkatan pemahaman regulasi, tetapi juga momentum memperkuat kolaborasi dan semangat bersama dalam mewujudkan pembelajaran yang berkualitas dan berdaya saing.(HumasMTsN3).
