HUT RI #81

Semangat Bershalawat, Fatayat dan Muslimat NU Banjaranyar Istiqamah Menghidupkan Majelis Ilmu

Oleh KUA Sokaraja
SHARE

BANYUMAS — Suasana penuh semangat dan kekeluargaan terlihat dalam kegiatan rutin Fatayat dan Muslimat NU Desa Banjaranyar yang dilaksanakan di Masjid Al-Islah, Desa Banjaranyar, Kecamatan Sokaraja. Kegiatan tersebut menjadi ruang silaturahmi sekaligus ikhtiar bersama untuk memperkuat pemahaman keagamaan melalui pembacaan Maulid Ad-Diba’i dan tausiyah keislaman.
Dalam kegiatan tersebut, Penyuluh Agama Islam KUA Sokaraja, Muhamad Nuh, Lc., hadir memberikan tausiyah dan bimbingan kepada para jamaah. Dengan penyampaian yang komunikatif dan penuh semangat, materi diarahkan pada pentingnya mengenal, mencintai, serta meneladani kehidupan Kanjeng Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Pembahasan pembacaan Kitab Maulid Ad-Diba’i tidak sekadar menjadi rangkaian bacaan dan shalawat. Di balik setiap kisah dan pujian kepada Rasulullah SAW, jamaah diajak menggali nilai-nilai keteladanan, akhlak, kesabaran, kasih sayang, serta semangat perjuangan Nabi Muhammad SAW dalam membimbing umat.
“Membaca Maulid bukan hanya mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi momentum untuk menghadirkan keteladanan beliau dalam kehidupan kita. Semakin mengenal Rasulullah, semestinya semakin tumbuh kecintaan dan keinginan untuk mengikuti akhlak beliau,” pesan Muhamad Nuh dalam tausiyahnya.
Antusiasme jamaah tampak dari perhatian mereka selama mengikuti tausiyah dan bimbingan. Fatayat dan Muslimat NU Banjaranyar menunjukkan bahwa majelis rutin dapat menjadi sarana yang kuat untuk menjaga istiqamah dalam belajar agama, mempererat ukhuwah, dan membangun lingkungan masyarakat yang religius.
Kegiatan semacam ini juga menjadi pengingat bahwa semangat menuntut ilmu tidak mengenal usia. Di tengah berbagai kesibukan keluarga dan kehidupan bermasyarakat, masih terdapat ruang untuk duduk bersama, membaca shalawat, mendengarkan tausiyah, dan memperbaiki diri.
Dari Majelis, Tumbuh Keteladanan
Lebih dari sekadar pertemuan rutin, kegiatan Fatayat dan Muslimat NU Desa Banjaranyar memperlihatkan bahwa masjid dapat menjadi pusat pembinaan umat dan penguatan karakter masyarakat.
Semangat jamaah dalam mengikuti kegiatan menjadi modal penting untuk menjaga tradisi keilmuan dan kecintaan kepada Rasulullah SAW. Harapannya, nilai-nilai yang diperoleh dari majelis tidak berhenti di dalam masjid, tetapi dibawa pulang dan diwujudkan dalam kehidupan keluarga, lingkungan, serta masyarakat.
Sebab mencintai Rasulullah SAW bukan hanya dengan memperbanyak pujian dan shalawat, tetapi juga dengan berusaha menghadirkan akhlak beliau dalam perilaku sehari-hari.
Dari Masjid Al-Islah Banjaranyar, semangat itu terus dirawat: bershalawat bersama, belajar bersama, memperbaiki diri bersama, dan meneladani Rasulullah SAW bersama.