Senin Kliwon, Dua Pasangan Pengantin Laksanakan Ijab Kabul di Balai Nikah KUA Sumbang
Oleh HUMAS
Sumbang - Suasana Balai Nikah Kantor Urusan Agama (KUA) Sumbang tampak berbeda dari biasanya. Di hari yang oleh sebagian masyarakat Jawa dianggap memiliki nuansa tersendiri itu, dua pasangan pengantin yang berasal dari Desa Banteran dan Desa Karangturi secara khidmat melangsungkan prosesi ijab kabul di Balai Nikah KUA Sumbang. Senin (22/06)
Momentum Senin Kliwon menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat. Selain memiliki makna khusus dalam tradisi penanggalan Jawa, hari tersebut juga kerap dipilih sebagai waktu yang dianggap baik untuk memulai lembaran baru kehidupan rumah tangga. Hal inilah yang turut mewarnai pelaksanaan akad nikah dua pasangan mempelai yang datang bersama keluarga besar masing-masing dengan penuh harap dan kebahagiaan.
Sejak pagi hari, Balai Nikah KUA Sumbang telah dipenuhi suasana hangat dan khidmat. Kedua pasangan hadir dengan didampingi wali, saksi, serta keluarga terdekat. Prosesi akad nikah berlangsung lancar, tertib, dan penuh kekhusyukan. Dengan satu tarikan napas dan lantunan ijab kabul yang mantap, masing-masing mempelai pria resmi mempersunting pasangannya di hadapan penghulu dan para saksi.
Kepala KUA Sumbang Muwaffiyul Andi, menyampaikan bahwa pernikahan bukan hanya sebatas seremoni, melainkan merupakan ikatan suci yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab, cinta, dan komitmen. Hari pernikahan menjadi titik awal bagi pasangan suami istri untuk membangun keluarga yang harmonis, sakinah, mawaddah, warahmah. Beliau juga menyampaikan bahwa Pernikahan adalah ibadah yang sangat mulia. Kami berharap kedua pasangan yang melangsungkan akad nikah pada hari ini dapat membangun rumah tangga yang kokoh, saling memahami, serta menjadikan keluarga sebagai tempat tumbuhnya cinta, ketenangan, dan keberkahan.
Pelaksanaan akad nikah di Balai Nikah KUA Sumbang juga menjadi bukti komitmen KUA dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Dengan suasana balai nikah yang nyaman, tertib administrasi, serta pendampingan penghulu yang profesional, masyarakat dapat melangsungkan akad nikah secara resmi, khidmat, dan berkesan.
Keunikan pelaksanaan akad nikah pada Senin Kliwon ini menambah warna tersendiri dalam pelayanan pernikahan di KUA Sumbang. Perpaduan antara nilai tradisi, kesakralan akad, dan pelayanan keagamaan menjadikan momen tersebut bukan hanya istimewa bagi kedua pasangan, tetapi juga bagi keluarga besar yang turut menyaksikan detik-detik bersejarah itu.
Dengan terlaksananya ijab kabul dua pasangan pengantin pada hari tersebut, KUA Sumbang kembali menegaskan perannya sebagai garda terdepan dalam pelayanan keagamaan, khususnya dalam mewujudkan pernikahan yang sah secara agama dan negara. Semoga kedua pasangan yang memulai bahtera rumah tangga di hari Senin Kliwon ini senantiasa diberikan kebahagiaan, ketenteraman, dan keberkahan dalam kehidupan rumah tangganya.
