HUT RI #81

Sentuhan Mandiri Kepala KUA: Ruang Arsip Lebih Rapi dan Nyaman Lewat Pemasangan Karpet

Oleh KUA Wangon
SHARE

Banyumas - Inovasi dalam penataan fasilitas kantor kembali ditunjukkan olehKepala Kantor Urusan Agama (KUA) Wangon. Demi menjaga kelayakan dan keamanan dokumen-dokumen penting negara, Kepala KUA Wangon, Fairuz Malaya, berinisiatif turun tangan secara langsung memimpin pemasangan karpet di ruang arsip. Langkah mandiri ini secara khusus diambil untuk mengubah kondisi ruang penyimpanan dokumen yang sebelumnya sederhana menjadi jauh lebih rapi, bersih, dan nyaman bagi para pegawai yang bertugas merawat data. Rabu (19/08)

Ruang arsip memegang peranan yang sangat krusial di setiap KUA karena menyimpan ribuan berkas akta nikah, duplikat, dan dokumen pencatatan sipil lainnya dari tahun ke tahun. Sebelum dialasi karpet, lantai ruangan kerap rentan terhadap penumpukan debu serta suhu dingin yang memicu kelembapan, di mana kondisi tersebut berpotensi merusak fisik kertas dalam jangka panjang. Menyadari tingginya risiko kerusakan berkas, perbaikan ruang penyimpanan segera dilakukan secara swadaya tanpa harus menunggu kucuran dana perawatan fisik gedung yang memakan waktu.

Keterlibatan langsung pimpinan dalam kegiatan pembenahan kantor ini menjadi teladan tersendiri bagi para staf KUA. Kepala KUA Wangon, Fairuz Malaya, menegaskan bahwa penataan ruang arsip adalah bentuk tanggung jawab menjaga rekam jejak masyarakat. "Dokumen pernikahan itu bukti otentik warga yang harus kita jaga keutuhannya sampai kapan pun. Pemasangan karpet ini bukan sekadar untuk memperindah ruangan, tapi upaya teknis kita mencegah kelembapan lantai yang bisa membuat kertas cepat lapuk. Kalau kita bisa kerjakan mandiri dengan cepat, keamanan data masyarakat tentu lebih terjamin," ujar Fairuz Malaya di sela-sela kegiatannya memotong dan menyesuaikan ukuran karpet.

Proses pemasangan alas ruangan tersebut dilakukan secara gotong royong dan mengambil waktu usai jam operasional agar sama sekali tidak mengganggu pelayanan publik. Berbekal peralatan potong sederhana dan perekat, Fairuz bersama para pegawai merapikan setiap sudut ruangan agar karpet terpasang dengan presisi. Kekompakan sangat terasa ketika mereka bahu-membahu memindahkan rak-rak besi berat, menata ulang tumpukan boks arsip, dan memastikan karpet terbentang rata menutup seluruh permukaan lantai dasar.

Kini, ruang arsip KUA Wangon tampil dengan wajah baru yang jauh lebih estetik, hangat, dan sangat layak sebagai ruang manajemen data. Sentuhan kerja keras mandiri ini tidak hanya berhasil menciptakan lingkungan kerja yang sehat bagi petugas pengelola arsip, tetapi juga memperpanjang usia simpan dokumen negara. Langkah proaktif dan tanggap dari pimpinan KUA ini membuktikan bahwa pelayanan prima selalu berawal dari kepedulian menata hal-hal mendasar di dalam lingkungan kerja itu sendiri. (jhr)