Sinergi Kemenag dan Dindik Banyumas: Pastikan Layanan Pendidikan Agama Merata dan Tekan Angka Putus Sekolah
Oleh HUMAS
Purwokerto – Membawa visi besar untuk mencerdaskan siswa siswi di Kabupaten Banyumas, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Banyumas melakukan koordinasi strategis dengan Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Banyumas. Pertemuan ini fokus pada pemenuhan hak pendidikan agama bagi seluruh siswa serta penguatan kelembagaan pendidikan.
Delegasi Kemenag Banyumas dihadiri oleh Kasi Pendidikan Madrasah sekaligus Plt gara Katolik, Wahyu Fauzi Aziz, Kasi PD Pontren sekaligus Plt. Penyelenggara Kristen, Faisal Riza, serta Kasi Pendidikan Agama Islam, Naufal Iskandar dan beberapa pihak terkait lainnya. Koordinasi ini menyoroti beberapa isu krusial, mulai dari keterbatasan tenaga pendidik hingga perkembangan pondok pesantren.
Salah satu poin utama yang dibahas adalah minimnya jumlah guru Pendidikan Agama Kristen dan Katolik di sekolah-sekolah umum. Menanggapi hal tersebut, Kasi PGTK SMP Dindik Banyumas, Lutfi Hidayat, memberikan respon cepat. Ia meminta pihak terkait untuk segera melakukan pendataan detail mengenai sebaran siswa beragama Katolik di berbagai sekolah.
"Setiap siswa harus mendapatkan pendidikan yang layak sesuai dengan agama yang dianutnya. Data ini penting agar kami bisa memetakan kebutuhan tenaga pendidik secara akurat," ungkap Lutfi.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Amrin Ma’ruf, menegaskan komitmennya untuk memastikan lingkungan pendidikan memberikan layanan keagamaan yang maksimal. Menurutnya, kolaborasi lintas instansi ini sangat diperlukan agar tidak ada anak didik yang terabaikan hak spiritualnya.
Selain persoalan guru agama, Amrin juga menjelaskan bahwa saat ini Dinas Pendidikan sedang fokus pada dua program prioritas lainnya, yakni peningkatan kesejahteraan guru dan minimalisir angka ATS (Anak Tidak Sekolah).
Di sisi lain, perwakilan Kemenag, Wahyu Fauzi Aziz dan Faisal Riza, juga memaparkan perkembangan terkini serta berbagai tantangan yang dihadapi oleh Madrasah dan Pondok Pesantren di wilayah Banyumas. Koordinasi ini diharapkan dapat menyinkronkan kebijakan antara pendidikan formal di bawah Dindik dengan pendidikan keagamaan di bawah Kemenag.
Pertemuan ini menjadi bukti nyata bahwa Pemerintah Kabupaten Banyumas, melalui sinergi Kemenag dan Dindik, hadir untuk menjamin kualitas pendidikan yang inklusif, berkarakter, dan sejahtera bagi seluruh civitas akademika.
