Bimluh Al Falah: Menyikapi Daftar Haji di Usia Senja

Oleh KUA purwojati
SHARE

Banyumas – Fenomena panjangnya antrean ibadah haji menjadi perhatian dalam kegiatan Bimbingan Penyuluhan (Bimluh) di Majelis Taklim Al Falah. Kegiatan ini diisi oleh Penyuluh Agama Islam, Muhamad Zaelani. Minggu (26/04)

Dalam kajiannya, Muhamad Zaelani membahas persoalan yang sering muncul di tengah masyarakat, yakni bagaimana menyikapi keinginan berhaji ketika usia sudah tidak muda, sementara masa tunggu keberangkatan relatif panjang.

Ia menjelaskan bahwa haji merupakan kewajiban bagi yang mampu, baik secara finansial, fisik, maupun kesempatan. Oleh karena itu, masyarakat dianjurkan untuk mendaftar sejak dini agar peluang berangkat lebih terbuka. Namun bagi yang baru mampu di usia lanjut, niat dan usaha tetap bernilai ibadah di sisi Allah SWT.

Lebih lanjut, ia mengingatkan pentingnya mempersiapkan kesehatan serta memperbanyak amal kebaikan sembari menunggu keberangkatan. Selain itu, ibadah lain seperti umrah, sedekah, dan amal sosial juga dapat menjadi alternatif dalam mendekatkan diri kepada Allah.

Kegiatan berlangsung dalam suasana reflektif. Para jamaah menyimak dengan penuh perhatian, terutama yang memiliki keinginan untuk menunaikan ibadah haji. Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat memiliki pemahaman yang lebih bijak dalam menyikapi antrean haji, serta tetap semangat beribadah dalam kondisi apapun