HUT RI #81

Sinergi Ketahanan Pangan dan Perlindungan Hukum: KWT Mugi Lestari Adisana Gandeng PPL hingga Penyuluh

KUA kebasen
KUA kebasen
10 Feb 2026
13x dibaca
SHARE

Banyumas – Pertemuan rutin Kelompok Wanita Tani (KWT) Mugi Lestari Desa Adisana berlangsung produktif di kediaman Umiroh, kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi lintas sektor yang menghadirkan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Penyuluh Agama Islam, hingga mahasiswa KKN dari Universitas Wijayakusuma (Unwiku) Purwokerto. Senin (09/02/26)

Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Kebasen, Saik Amrulloh, memaparkan materi strategis mengenai fungsi krusial KWT dalam pengolahan pangan dan optimalisasi pekarangan. Beliau menekankan tiga fungsi utama KWT, yakni sebagai Tempat Belajar, Wadah Kerja Sama, dan Unit Produksi.

"Konsep KWT harus bergeser dari sekadar perkumpulan sosial menuju kekuatan ekonomi dengan tujuan akhir peningkatan kesejahteraan anggota," ujar Saik.

Dalam kesempatan tersebut, KWT Mugi Lestari juga merencanakan reorganisasi dengan target penambahan 15 persen petani milenial. Selain itu, ditekankan pentingnya penyusunan Rencana Definitif Kelompok (RDK) dan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) secara tertulis setiap tahunnya agar pengadaan bibit maupun pupuk terkendali secara kolektif. Kelompok ini juga diarahkan untuk mandiri melalui simpan pinjam dan penguatan kelembagaan ekonomi yang bersinergi dengan BUMDES serta anggaran ketahanan pangan desa.

Tak hanya soal pangan, aspek legalitas keluarga turut menjadi sorotan. Penyuluh Agama Islam Kecamatan Kebasen yang hadir memberikan edukasi tegas mengenai Pencegahan Nikah Siri. Beliau mengingatkan bahwa pernikahan yang tidak tercatat secara resmi memiliki sederet dampak negatif, antara lain:

  1. Tidak adanya perlindungan hukum bagi istri.

  2. Kesulitan pengurusan dokumen kependudukan (akta kelahiran anak, dll).

  3. Hilangnya hak waris.

  4. Risiko tinggi terjadinya eksploitasi.

"Mari kita bersama-sama memberantas praktik nikah siri, baik di kalangan orang tua maupun kawula muda, demi menjamin martabat dan hak-hak keluarga," pesannya.

Kegiatan ini semakin semarak dengan kehadiran 13 mahasiswa KKN dari Unwiku Purwokerto. Perwakilan mahasiswa menyampaikan tiga pilar program kerja mereka, yaitu program desa secara umum, program berbasis program studi, dan penggalian potensi Desa Adisana. Sebagai langkah awal, para mahasiswa akan segera melaksanakan Sosialisasi Digitalisasi UMKM untuk membantu memasarkan produk-produk olahan pangan KWT Mugi Lestari secara lebih luas.

Pertemuan ini menjadi bukti nyata bahwa pemberdayaan ekonomi perempuan di Desa Adisana kini semakin kuat dengan dukungan edukasi pertanian, perlindungan hukum agama, dan sentuhan teknologi dari kalangan akademisi.