Siswa MA Bersaing Ketat di OMI Kabupaten
Oleh Seksi Penma
Purwokerto - Peserta Olimpiade Madrasah Indonesia Bidang Sains jenjang MA/SMA Kabupaten Banyumas bakal bersaing secara ketat. Dari 289 peserta, 251 siswa berasal dari MA dan 38 siswa dari SMA. "Ini bisa menjadi persaingan yang ketat", ujar Kasi Pendidikan Madrasah Wahyu Fauzi Aziz saat meninjau pelaksanaan OMI di MAN 1 Banyumas, Selasa (10/9).
“Alhamdulillah, pelaksanaan OMI Sains tahun ini berjalan tertib, lancar, dan kondusif. Kami melihat kesiapan panitia sangat matang, baik dari sisi sarana prasarana, jaringan komputer, maupun teknis pelaksanaan. Anak-anak juga sangat antusias mengikuti setiap tahap kompetisi. Semoga dari ajang ini lahir generasi unggul yang tidak hanya berprestasi di bidang sains, tetapi juga berakhlak mulia,” ungkapnya.
Beliau juga menegaskan bahwa OMI Sains bukan sekadar lomba akademik, tetapi juga wadah pembentukan karakter. “OMI Sains adalah sarana untuk menguji kompetensi siswa madrasah, bukan hanya dalam ilmu sains, tetapi juga ilmu keislaman dan kearifan lokal. Dengan begitu, siswa madrasah mampu bersaing secara integratif di era digital,” tambahnya.
Sebagai tuan rumah, MAN 1 Banyumas tidak hanya memfasilitasi kegiatan, tetapi juga turut mengirimkan 18 siswa terbaiknya untuk mengikuti seluruh bidang lomba, meliputi Biologi, Ekonomi, Fisika, Geografi, Kimia, dan Matematika. Masing-masing mata pelajaran diikuti oleh tiga peserta didik.
Drs. Muslimin Winoto, M.Pd.I., Kepala MAN 1 Banyumas, menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan Kankemenag Banyumas. “Sebelum pelaksanaan, kami sudah memastikan seluruh fasilitas siap digunakan. Harapannya, kegiatan berjalan lancar, dan para peserta merasa nyaman serta fokus dalam mengerjakan soal,” ujarnya.
Dengan dukungan dari Kankemenag Banyumas, ajang OMI Sains 2025 diharapkan dapat memotivasi siswa madrasah untuk terus berprestasi, mengasah kemampuan, sekaligus menumbuhkan semangat riset dan inovasi berbasis nilai Islami. (eko/akw)
