Staf dan Penyuluh KUA Wangon Koordinasi Hasil Implementasi Kepenyuluhan, Tingkatkan Kualitas Layanan
Wangon – Staf dan Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Wangon melaksanakan koordinasi dan konsultasi untuk membahas hasil kegiatan implementasi kepenyuluhan yang menghadirkan narasumber dari Dinas Penerangan Pusat. Kegiatan koordinasi ini menjadi sarana untuk berbagi informasi, menyamakan pemahaman, serta menindaklanjuti materi yang telah diperoleh agar dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kompetensi dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.(13/10)
Dalam koordinasi tersebut, staf dan penyuluh membahas berbagai hal penting terkait pelaksanaan tugas kepenyuluhan, termasuk pemahaman terhadap regulasi, metode penyampaian materi, serta strategi pembinaan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Konsultasi juga menjadi kesempatan untuk mengidentifikasi hal-hal yang perlu diperkuat setelah mengikuti kegiatan implementasi. Dengan komunikasi yang terbuka, hasil kegiatan diharapkan tidak berhenti pada pemahaman teori, tetapi dapat menjadi bekal dalam pelaksanaan tugas di wilayah kerja KUA Wangon.
Murti, salah satu staf KUA Wangon, menyampaikan bahwa koordinasi dan konsultasi diperlukan agar informasi yang diperoleh dari kegiatan dapat dipahami bersama dan mendukung pelaksanaan pelayanan. “Melalui koordinasi ini, kami dapat saling bertukar informasi dan memperjelas hal-hal yang perlu ditindaklanjuti. Harapannya, hasil kegiatan implementasi kepenyuluhan dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas kerja dan pelayanan kepada masyarakat,” ungkap Murti.
Senada dengan hal tersebut, Ni’mah, Penyuluh Agama Islam KUA Wangon, menuturkan bahwa penguatan pemahaman dan kompetensi merupakan kebutuhan penting bagi penyuluh dalam menjalankan tugas pembinaan umat. Menurutnya, materi yang diperoleh dari narasumber perlu dipelajari dan disesuaikan dengan kondisi masyarakat di wilayah binaan. “Penyuluh harus terus belajar dan memperbarui pemahaman agar mampu menyampaikan bimbingan keagamaan secara tepat, komunikatif, dan bermanfaat. Koordinasi dengan rekan kerja juga membantu kami menyatukan langkah dalam melayani masyarakat,” tuturnya.
Melalui koordinasi dan konsultasi hasil kegiatan implementasi kepenyuluhan ini, KUA Kecamatan Wangon berupaya membangun budaya kerja yang kolaboratif, profesional, dan berorientasi pada peningkatan mutu layanan. Sinergi antara staf dan penyuluh diharapkan mampu memperkuat pelaksanaan tugas administrasi maupun pembinaan keagamaan secara berkelanjutan. Dengan menindaklanjuti ilmu dan informasi yang diperoleh, KUA Wangon berkomitmen untuk terus menghadirkan pelayanan yang semakin baik serta memberikan manfaat bagi masyarakat. (Sto/tum)
