Staf KUA Sumpiuh Jadi Duta, Ikuti Studi Tiru ke BAZNAS Surabaya
Banyumas – Dalam upaya meningkatkan kapasitas dan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS), seluruh Duta Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Banyumas menggelar kegiatan studi tiru ke BAZNAS Kota Surabaya. Salah satu peserta yang turut serta adalah Solehun, seorang Staf dari KUA Sumpiuh yang juga dipercaya sebagai Duta BAZNAS. Jumat (05/12)
Kegiatan studi banding yang berlangsung selama dua hari, mulai dari 5 hingga 6 Desember 2025, ini bertujuan untuk mengadopsi praktik-praktik terbaik (best practices) yang telah sukses diterapkan oleh BAZNAS Surabaya, yang dikenal inovatif dalam pengumpulan dan pendistribusian dana ZIS.
Solehun, yang mewakili KUA Sumpiuh, menyatakan antusiasmenya terhadap kegiatan ini. "Kami berharap bisa mengambil banyak pelajaran dari BAZNAS Surabaya, terutama mengenai inovasi program dan manajemen tata kelola yang lebih modern dan transparan. Ini penting agar BAZNAS Banyumas dapat memberikan pelayanan yang lebih optimal kepada masyarakat," ujar Solehun.
Studi tiru ini menjadi langkah strategis BAZNAS Banyumas untuk memperkuat peran para duta di tingkat kecamatan. Dengan pemahaman yang lebih mendalam, para duta diharapkan mampu menjadi perpanjangan tangan BAZNAS dalam mensosialisasikan pentingnya berzakat dan meningkatkan potensi pengumpulan ZIS di wilayah masing-masing, termasuk di Kecamatan Sumpiuh.
Keikutsertaan Staf KUA seperti Solehun menunjukkan sinergi yang erat antara Kementerian Agama dan BAZNAS dalam upaya pemberdayaan umat. KUA sebagai institusi yang bersentuhan langsung dengan masyarakat memiliki peran vital dalam mendukung gerakan sadar zakat.
Diharapkan, sepulangnya dari Surabaya, para Duta BAZNAS Banyumas dapat segera mengimplementasikan ilmu dan strategi baru yang mereka peroleh, sehingga pengelolaan ZIS di Kabupaten Banyumas dapat semakin maju, profesional, dan memberikan dampak yang lebih luas bagi kesejahteraan umat.
