HUT RI #81

Sunnatulloh dan Sakinah: Pesan Mendalam Penghulu Saat Nikahkan

KUA KEMRANJEN
KUA KEMRANJEN
12 Des 2025
43x dibaca
SHARE

Banyumas - Kepala KUA Kemranjen, Apriliyanto, dengan penuh semangat memimpin acara pernikahan yang berlangsung di Desa Karangsalam. Meskipun acara dilaksanakan di rumah mempelai wanita, ia tetap setia menjalankan tugasnya sebagai penghulu dalam akad nikah pasangan calon pengantin, Alim Nugroho dan Ade Windi Astuti. Acara ini tidak hanya menjadi sebuah momen berharga bagi pengantin, tetapi juga sarat dengan pesan-pesan mendalam yang menggugah hati para hadirin. Jumat (12/12)

Dalam khotbah nikahnya yang menyejukkan, Apriliyanto menjelaskan bahwa pernikahan adalah bagian dari sunnatulloh. Ia menyampaikan keyakinannya akan fitrah manusia yang diciptakan berpasang-pasangan. "Alloh menciptakan manusia dalam keadaan berpasang-pasangan. Kehadiran pasangan hidup membawa ketenangan dan kebahagiaan, sebagaimana diungkapkan dalam Al-Qur'an dengan istilah as-Sakinah," ujar Apriliyanto. Pesan ini mengingatkan kita bahwa pernikahan bukan sekadar ikatan fisik, tetapi juga mengandung dimensi spiritual yang membawa kedamaian.

Apriliyanto melanjutkan dengan menekankan bahwa pernikahan bukan hanya tentang cinta dan kasih sayang. Menurutnya, tanggung jawab dan keharmonisan dalam rumah tangga adalah landasan utama. "Pernikahan adalah bentuk kasih sayang antara dua insan yang saling mencintai. Kunci sukses rumah tangga terletak pada saling menghormati dan kebutuhan satu sama lain. Meskipun seorang suami adalah pemimpin, ia tetap harus bertindak adil dan penuh kasih," tambahnya. Hal ini memberikan gambaran jelas tentang bagaimana seharusnya pasangan saling mendukung dan berkomunikasi untuk menciptakan lingkungan yang harmonis.

Selanjutnya, Apriliyanto memberikan peringatan penting mengenai amanat baru yang diemban oleh kedua mempelai setelah ijab kabul. "Saat proses ijab kabul selesai, kalian berdua dibebani amanat sebagai suami istri. Istri adalah amanat Allah di pelukan suami, dan suami adalah amanat Allah di pangkuan istri," ujarnya. Pesan ini mengajak pasangan untuk saling menjaga dan menghargai satu sama lain, serta memahami peran masing-masing dalam rumah tangga.

Proses ijab kabul pun berlangsung khidmat dan lancar, diakhiri dengan penandatanganan dokumen nikah dan penyerahan buku nikah oleh Apriliyanto. Ia juga memberikan pesan kepada pasangan untuk menyimpan dan memanfaatkan buku nikah dengan baik, agar dapat digunakan untuk kepentingan keluarga dan generasi mendatang. Dengan pesan ini, para hadirin ikut tersentuh, menyadari bahwa pernikahan adalah perjalanan panjang yang membutuhkan komitmen dan perencanaan yang matang. (aa)

Dengan berakhirnya acara, suasana penuh kebahagiaan dan harapan menyelimuti pasangan pengantin serta seluruh tamu yang hadir. Momen ini menandai awal perjalanan baru dalam kehidupan mereka, yang diharapkan dipenuhi dengan ketenangan dan kebahagiaan sebagaimana yang dijelaskan dalam khutbah oleh Apriliyanto. Pernikahan Alim dan Ade menjadi simbol dari sunnatulloh dan as-Sakinah, membawa makna mendalam bagi semua yang hadir.