Syiar Bakda Dhuhur: Jamaah Masjid Nurul Muttaqin Cindaga Bedah Kitab Shahih Bukhari Bersama Penyuluh
Oleh KUA kebasen
Kebasen – Suasana religius dan penuh kehangatan tampak menyelimuti Masjid Nurul Muttaqin, Desa Cindaga, Kecamatan Kebasen. Usai menunaikan ibadah salat Dhuhur berjamaah, para jamaah tampak antusias mengikut rangkaian kegiatan kajian rutin bakda Dhuhur. Selasa (21/07)
Pada kesempatan kali ini, kajian diampu langsung oleh Burhanul Ma'arif, Penyuluh Agama Islam dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kebasen. Materi yang diangkat secara khusus membahas Kitab Shahih Bukhari, mengupas tuntas hadis ke-3 yang memuat kisah penting tentang permulaan turunnya wahyu (Bad'ul Wahyi) kepada Rasulullah SAW di Gua Hira.
Dipaparkan secara runtut detik-detik spiritual saat Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertama, peran Sayyidah Khadijah RA dalam menenangkan beliau, hingga pelajaran mendalam tentang pentingnya keteguhan iman dan menuntut ilmu bagi kehidupan seorang muslim di era modern.
"Hadis ke-3 Shahih Bukhari ini tidak hanya sekadar catatan sejarah turunnya Surah Al-'Alaq, tetapi juga mengajarkan kita tentang pentingnya ketenangan jiwa, dukungan keluarga, dan semangat 'Iqra' (membaca/belajar) dalam menghadapi setiap ujian hidup," ujar Burhanul Ma'arif di hadapan para jamaah. Kajian berlangsung secara interaktif dan khidmat. Para jamaah masjid menyimak materi dengan penuh perhatian hingga akhir sesi.
Kegiatan kajian bakda Dhuhur ini diharapkan dapat terus menjadi sarana pembinaan mental spiritual, mempererat tali silaturahmi antarjamaah, serta memperdalam pemahaman literasi hadis masyarakat Desa Cindaga secara berkelanjutan.
