Syiar Islam Menguat Lewat Kolaborasi Lintas Generasi
Oleh KUA KEMRANJEN
Banyumas – Suasana hangat menyelimuti wilayah Kedungpring saat beberapa tokoh pemuda dan tokoh agama berkumpul dalam sebuah forum diskusi inspiratif. Kegiatan penyuluhan dan bimbingan yang diinisiasi oleh KUA Kemranjen ini mengusung misi penting: mempererat simpul kebersamaan dalam menyampaikan dakwah Islam di tengah tantangan zaman yang kian kompleks. Senin,= (26/01/26)
Sigit, Penyuluh Agama Islam KUA Kemranjen yang memimpin jalannya kegiatan, menekankan bahwa dakwah bukanlah tugas individu semata, melainkan kerja kolektif yang membutuhkan harmonisasi antara kebijakan tokoh senior dan semangat progresif kaum muda.
"Dakwah akan jauh lebih merasuk ke hati masyarakat jika kita berjalan beriringan. Tokoh agama memberikan landasan ilmu dan kearifan, sementara tokoh pemuda menjadi jembatan pesan-pesan tersebut lewat kreativitas dan media masa kini," ujar Sigit di hadapan para peserta.
Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai masukan dari peserta. Salah satu poin utama yang dibahas adalah bagaimana menjaga kohesi sosial di Kedungpring agar tetap kondusif dan terhindar dari pemahaman yang memecah belah.
Amir, salah seorang tokoh pemuda yang hadir, menyambut baik ajakan kolaborasi tersebut. Ia menilai bahwa keterlibatan pemuda dalam aktivitas dakwah sangat penting untuk menjangkau generasi milenial dan gen Z di wilayahnya.
"Kami sebagai pemuda seringkali memiliki semangat yang besar, namun butuh bimbingan agar langkah kami tetap terarah sesuai syariat. Dengan adanya sinergi seperti ini, kami jadi lebih percaya diri untuk mengemas konten-konten dakwah yang lebih segar dan relevan bagi teman-teman sebaya di Kedungpring," ungkap Amir dengan penuh semangat.
Senada dengan Amir, Syarifudin yang merupakan tokoh masyarakat dan tokoh agama juga memberikan apresiasinya terhadap inisiatif ini. Menurutnya, pertemuan semacam ini sangat krusial untuk menyamakan persepsi dan memperkuat ukhuwah antar-penggerak keagamaan di desa.
"Kami merasa dikuatkan dengan adanya bimbingan dari KUA. Kebersamaan yang ditekankan Pak Sigit hari ini menjadi pengingat bagi kami, para tokoh di lapangan, bahwa ego sektoral harus dilebur demi kemaslahatan umat yang lebih besar," tutur Syarifudin.
Melalui kegiatan ini, KUA Kemranjen berharap Kedungpring dapat menjadi role model wilayah yang mampu mensinergikan potensi pemuda dan tokoh agama dalam menciptakan dakwah yang sejuk, moderat, dan inklusif. Semangat kebersamaan ini diharapkan tidak berhenti pada diskusi semata, namun berlanjut pada aksi nyata di tengah masyarakat. (st)
