Syiarkan Al-Quran di Bulan Suci, Penyuluh Bimbing Tadarus Tartil di MT Al Huda Mersi
Purwokerto – Gema ayat suci Al-Qur'an semakin kental terasa di Kelurahan Mersi selama bulan suci Ramadhan. Robiatun Nihayati, Penyuluh Agama Islam KUA Purwokerto Timur, hadir memberikan bimbingan khusus membaca Al-Qur'an kepada para jamaah di Majelis Taklim (MT) Al Huda, Mersi. Senin (23/02)
Dalam sesi bimbingan kali ini, Robiatun memfokuskan materi pada pembacaan Surat Al-Buruj. Para jamaah diajak untuk tidak sekadar membaca dengan cepat, melainkan memperhatikan kaidah-kaidah ilmu tajwid secara mendalam.
Robiatun menekankan bahwa momentum Ramadhan harus dimanfaatkan untuk memperbaiki kualitas interaksi dengan kitab suci. Membaca Al-Qur'an dengan tergesa-gesa tanpa memperhatikan hukum bacaan justru dapat mengurangi esensi dari ibadah tersebut.
"Di bulan Ramadhan ini, kami membimbing membaca Al-Qur'an dengan metode tartil. Kami ingin memastikan cara bacanya tepat, mulai dari penempatan makhorijul huruf (tempat keluarnya huruf) hingga penerapan hukum tajwid yang benar. Dengan bacaan yang tartil, hati akan lebih tenang dan makna ayat lebih meresap," jelas Robiatun di hadapan jamaah MT Al Huda.
Selain memberikan bimbingan teknis, Robiatun juga menerangkan besarnya manfaat dan keberkahan bagi mereka yang menyibukkan diri dengan Al-Qur'an selama bulan puasa. Ia menjelaskan bahwa Al-Qur'an adalah Syafa’at (penolong) bagi pembacanya di hari kiamat kelak.
Lebih lanjut, Robiatun menerangkan manfaat membaca Al-Qur'an di bulan Ramadhan:
- Pelipatgandaan Pahala: Setiap huruf yang dibaca di bulan suci ini dinilai dengan pahala yang berlipat ganda dibanding bulan lainnya.
- Penenang Jiwa: Membaca Al-Qur'an secara rutin terbukti secara spiritual memberikan ketenangan batin (thuma'ninah) di tengah kesibukan ibadah puasa.
- Cahaya Rumah Tangga: Rumah yang sering dibacakan Al-Qur'an akan senantiasa diliputi keberkahan dan dijauhkan dari kegelapan hati.
Kegiatan bimbingan ini diharapkan dapat memotivasi para ibu di Kelurahan Mersi untuk terus konsisten melakukan tadarus hingga akhir Ramadhan nanti. Robiatun berharap, melalui bimbingan rutin ini, para jamaah tidak hanya sekadar khatam secara kuantitas, tetapi juga meningkat secara kualitas bacaan. (jw)
