Tingkatkan Kompetensi Digital :Penyuluh pelajari Aplikasi Sibawor

Oleh KUA Wangon
SHARE

 

Banyumas - Dalam upaya mengakselerasi transformasi digital di lingkungan pelayanan masyarakat, puluhan penyuluh mengikuti kegiatan bimbingan teknis penggunaan teknologi informasi. Pelatihan yang digelar pada pekan ini difokuskan pada penguasaan Aplikasi Sibawor, sebuah platform inovatif yang dirancang khusus untuk mengoptimalkan kinerja dan efisiensi para penyuluh di lapangan. Kegiatan ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah untuk memastikan seluruh tenaga pelayan publik mampu beradaptasi dengan tuntutan perkembangan era digital. Senin (06/07) 

Aplikasi Sibawor sendiri dikembangkan sebagai pusat integrasi data dan pelaporan kegiatan penyuluhan yang selama ini masih banyak dilakukan secara konvensional. Melalui platform ini, proses administrasi, pencatatan target capaian, hingga pemetaan potensi wilayah binaan dapat diakses dan dikelola secara real-time. Kehadiran sistem baru ini diharapkan dapat memangkas birokrasi pelaporan yang memakan waktu, sehingga para penyuluh dapat lebih fokus pada tugas utamanya dalam memberikan edukasi serta pendampingan langsung kepada masyarakat.

Antusiasme para peserta terlihat jelas selama sesi praktik berlangsung, mengingat pentingnya sistem ini untuk menunjang rutinitas pekerjaan mereka. Ni'mah, salah seorang penyuluh yang turut serta dalam bimbingan teknis ini, mengungkapkan pandangannya terkait digitalisasi sistem pelaporan tersebut. "Awalnya memang butuh penyesuaian karena kita harus beralih dari kebiasaan manual, tapi Aplikasi Sibawor ini sebenarnya sangat memudahkan pekerjaan kami. Kini, laporan kegiatan bisa langsung diinput dari lapangan lewat ponsel, sehingga lebih efisien dan hemat waktu," ujar Ni'mah.

Peralihan menuju ekosistem digital melalui penggunaan Aplikasi Sibawor ini tidak sekadar mengubah format pendataan, tetapi juga menuntut perubahan pola pikir para penyuluh agar lebih melek teknologi. Dengan pendampingan intensif dari para instruktur, para peserta diajak untuk mengenali dan mencoba langsung fitur-fitur utama aplikasi, mulai dari presensi berbasis geolokasi, unggah dokumentasi kegiatan, hingga evaluasi interaktif. Hal ini secara efektif membantu mengatasi kendala teknis yang kerap dialami oleh petugas lapangan saat berhadapan dengan sistem baru.

Ke depannya, implementasi Aplikasi Sibawor ditargetkan dapat berjalan secara penuh dan menjadi indikator utama dalam penilaian evaluasi kinerja para penyuluh. Pihak penyelenggara sangat berharap bekal kompetensi dari pelatihan ini dapat segera diaplikasikan secara optimal oleh seluruh peserta di wilayah binaannya masing-masing. Melalui peningkatan kompetensi digital ini, kualitas pelayanan publik diproyeksikan akan menjadi semakin responsif, transparan, dan terukur. (nmh)