Tingkatkan Kualitas Ibadah Jamaah, KUA Gumelar Berikan Penyuluhan Thaharah di MT Hijrotunnisa Cihonje
Oleh HUMAS
Gumelar — Sebagai upaya meningkatkan pemahaman fikih ibadah di tengah masyarakat, Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Gumelar kembali menggelar bimbingan dan penyuluhan keagamaan rutin. Kali ini, kegiatan menyasar jamaah Majelis Taklim (MT) Hijrotunnisa yang bertempat di RW 015, Desa Cihonje, Kecamatan Gumelar. Selasa (21/07)
Hadir sebagai narasumber, Penyuluh Agama Islam KUA Gumelar, Kambali, yang membawakan materi krusial seputar Thaharah (Tata Cara Bersuci). Materi ini diangkat mengingat pentingnya thaharah sebagai syarat sah utama dalam menjalankan ibadah harian, khususnya salat.
Dalam pemaparannya, Kambali menjelaskan secara rinci konsep dasar thaharah, mulai dari definisi secara bahasa dan syariat, hingga pemilahan jenis-jenis hadas dan najis. "Thaharah secara bahasa berarti bersih atau suci. Sedangkan menurut istilah syariat, thaharah adalah proses mengangkat hadas atau menghilangkan najis agar seseorang sah dan diperbolehkan melaksanakan ibadah," jelas Kambali di hadapan para jamaah.
Lebih lanjut, ia menerangkan pembagian hadas kecil yang bersucinya cukup dengan wudu atau tayamum, serta hadas besar yang mewajibkan mandi janabat. Selain itu, dipaparkan pula jenis-jenis najis (mukhaffafah, mutawassitah, dan mughallazah) beserta tata cara pembersihan yang presisi sesuai tuntunan syariat.
Untuk memastikan pemahaman materi secara utuh, kegiatan tidak hanya diisi dengan ceramah, melainkan dilanjutkan dengan sesi simulasi serta praktik langsung tata cara wudu dan mandi wajib yang sesuai dengan rukun dan sunnahnya.
Suasana penyuluhan berlangsung interaktif. Para jamaah, khususnya ibu-ibu anggota MT Hijrotunnisa, tampak sangat antusias mengajukan berbagai pertanyaan seputar problematika thaharah yang kerap dihadapi dalam kehidupan rumah tangga sehari-hari.
Pihak KUA Gumelar berharap, melalui pendampingan dan penyuluhan secara berkala ini, pemahaman fikih thaharah masyarakat Desa Cihonje semakin mantap dan benar. Dengan demikian, kualitas ibadah harian jamaah dapat meningkat secara optimal dan bernilai sempurna di hadapan Allah SWT.
